Sejarah Makam Tersembunyi di Benteng Trade Solo
Sejarah Makam Tersembunyi di Benteng Trade Solo-Foto : Net-Net
BACA JUGA:7 Menu Iftar Khas Medan yang Paling Ngangeni dan Dicari Selama Ramadan, Mana Nih Favoritmu?
Kemudian, ada prasati pemugaran ulang pada 1992 oleh Kunto Harjono selaku Direktur Pondok Solo Permai.
Saat itu, lokasi tersebut dibangun menjadi pusat perbelanjaan yang dikenal sebagai Matahari Beteng.
Raden Pabelan merupakan anak dari Tumenggung Mayang dengan Sultan Hadiwijaya atau yang kerap disebut Jaka Tingkir.
Pada suatu waktu, Raden Pabelan bertemu dan jatuh cinta dengan Sekar Kedaton.
BACA JUGA:Wajib Tahu! 5 Tips Pentingnya Kebersihan Kulit Dalam Mengatasi Kutu Air
Namun, ada satu rahasia besar yang kiranya belum diketahui Raden Pabelan kala itu.
Sekar Kedaton yang dia cintai rupanya rupanya juga merupakan darah daging dari Jaka Tingkir alias saudari satu ayah.
Pada suatu kala, Raden Pabelan kedapatan tengah singgah di kamar Sekar Kedaton. Jaka Tingkir yang mendengar hal itu pun dibuat marah besar.
Dia lantas memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Raden Pabelan. Raden Pabelan sendiri tidak mudah untuk dibunuh mengingat dia menguasai ilmu rawarontek.
BACA JUGA:Sejarah Makam Tersembunyi di Benteng Trade Solo
Ilmu rawatontek ini membuatnya bisa hidup kembali ketika dibunuh. Lantas, Raden Pabelan pun dibunuh dengan cara dipenggal bagian tubuhnya menjadi dua.
Bagian kepala hingga perut ditahan Jaka Tingkir dan dikuburkannya di Kerajaan Pajang.
Sedangkan, bagian tubuh (gembung) Raden Pabelan dimakamkan di area yang kini menjadi Beteng Trade Center (BTC).
Seorang satpam di BTC yang bernama Fredi pun menjelaskan mengenai kisah tersebut.