Google Advertisement Below

Buka Layanan 24 Jam Antisipasi ISPA

LAYANAN: Gubernur Sumsel H Herman Deru pastikan Puskesmas buka layanan 24 jam, guna antisipasi meningkatnya keluhan masyarakat akibat ISPA.--Reza/Pagaralampos

KORANPAGARALAMPOS.COM.COM - Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel agar memastikan puskesmas membuka layanan selama 24 jam guna mengantisipasi meningkatnya keluhan masyarakat akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai dampak kondisi asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota terkait kesiapan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak asap karhutla.

“Saya sudah berkoordinasi sama bupati, wali kota untuk puskesmas dibuka 24 jam untuk pelayanan ISPA. Saya harapkan untuk tidak dipungut biaya kalau untuk infeksi saluran pernapasan ini,” ujar Gubernur.

Menurut Herman Deru, penanganan dampak karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan satuan tugas, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. 

BACA JUGA:Hujan Salat

Hal tersebut mengingat berdasarkan hasil investigasi, sebagian besar kejadian kebakaran disebabkan oleh faktor manusia, sementara dampaknya juga kembali dirasakan oleh manusia.

“Kalau hasil investigasi penyebab mayoritas ini adalah ulah manusia dan yang terdampak manusia, untuk mengatasinya waterbombing pun kalah dibanding manusia,” katanya.

Karena itu, Herman Deru mengajak seluruh masyarakat Sumsel mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing, mulai dari upaya promotif, preventif hingga penanganan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat karhutla.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pengguna media sosial, untuk turut menyebarluaskan edukasi serta mengajak masyarakat lainnya berperan dalam mencegah dan mengakhiri terjadinya kebakaran.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi 32 Proyek Muaro Jambi Dilaporkan

“Kita semua warga Sumatera Selatan, masing-masing paling tidak ada peran pada posisi promotif, preventif dan penanganan juga.

Teman-teman yang main medsos silakan untuk mengajak orang bahwa kita ini punya peran dalam memulai dan mengakhiri sebenarnya,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, upaya pencegahan menjadi sangat penting karena sebesar apa pun dukungan teknologi dan sumber daya yang dikerahkan untuk pemadaman, termasuk melalui waterbombing, tetap memiliki keterbatasan apabila kebakaran terus terjadi akibat aktivitas manusia.

Selain itu, masyarakat yang ingin terlibat langsung sebagai pasukan darat dalam penanganan karhutla juga diberikan dukungan berupa uang semangat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google