Pelaku Perampokan Kopi Ditangkap
DIAMANKAN: Jajaran Polres Pagar Alam berhasil mengamankan pelaku perampokan sadis berikut barang bukti. --ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terjadi di kawasan perkebunan kopi Kota Pagar Alam.
Seorang petani, Hudri (62), menjadi korban setelah diduga diserang dan diikat pelaku di pondok kebunnya.
Tak hanya kehilangan hasil kebun dan barang berharga, Hudri juga mengalami luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp100,75 juta.
Polisi bergerak cepat. Hanya dua hari setelah kejadian, seorang tersangka berhasil diamankan Unit Pidum Satreskrim Polres Pagar Alam.
BACA JUGA:Geger Gowa
Tersangka yakni Agoscik bin Junaydi, kelahiran Pagar Alam, 24 Agustus 2006. Ia tercatat sebagai pelajar/mahasiswa dan berdomisili di Desa Talang Pagar Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat.
Kasus tersebut terjadi di kawasan Jalan Pematang Bango, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagar Alam Utara, pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro S.IK melalui Kasatreskrim AKP Angga Kurniawan S.Tr.K., S.I.K., M.H didampingi Kanit Pidum Ipda Dusman SH mengatakan, tersangka ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaannya.
“Setelah informasi yang kami dapat dinilai akurat, anggota tim Opsnal Satreskrim Polres Pagar Alam langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka,” kata Angga.
BACA JUGA:SMP Negeri 3 Pagaralam Sabet Dua Juara Gerak Jalan HUT RI ke-81
Agoscik kemudian dibawa ke Mapolres Pagar Alam untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui keterlibatannya dalam aksi pencurian dengan kekerasan tersebut.
Kasus ini terungkap setelah Ari, seorang saksi, hendak pergi ke kebun kopinya. Saat melintas di kawasan kebun warga yang berjarak sekitar satu bidang dari kebun milik Hudri, ia melihat motor gerandong milik korban terparkir di bawah pohon kapuk.
Awalnya, Ari tidak terlalu mencurigai keberadaan kendaraan tersebut. Namun hingga sekitar pukul 17.00 WIB, motor itu masih berada di tempat yang sama.
Merasa ada yang tidak beres, Ari kemudian menghubungi Wawan Ruzid melalui panggilan video WhatsApp. Wawan yang merupakan anak korban membenarkan bahwa motor tersebut milik ayahnya.