Google Advertisement Below

Tepat Waktu

Tepat Waktu--Tomy/Pagaralampos

Presiden memang diingat sering berimprovisasi dalam berpidato sehingga lebih panjang dari jadwal.

Presiden yang pidatonya paling tertib adalah Soeharto. Bisa dipastikan tidak lebih satu menit pun. Akibatnya sering dianggap terasa monoton.

BACA JUGA:Barcelona Siap Bangun Era Baru, Rodri Bisa Jadi Kepingan Hilang Sejak Busquets

Presiden SBY juga tergolong tertib acara. Tertib jadwal.

Kelihatannya ''gaya Amerika'' mulai dimasukkan dalam pidato tahunan Presiden Prabowo kali ini. Di Amerika sudah jadi kebiasaan: beberapa ''orang biasa'' jadi tamu VIP.

Lalu di tengah-tengah pidatonya Presiden menyebut nama rakyat kecil yang sedang dipahlawankan itu. Nama yang disebut pun berdiri. Hadirin bertepuk tangan riuh. Lalu Presiden menguraikan secara singkat jasa besar orang biasa itu.

Di sana ada kebiasaan tahunan: Presiden berpidato di depan Kongres –gabungan antara House of Representative dan Senat –mirip DPR dan DPD di Indonesia. Hanya saja, di sana, Senat punya kekuasaan jelas dan nyata. Di Indonesia DPD masih berjuang untuk bisa seperti Senat –kekuasaannya.

BACA JUGA:Pagar Alam Siapkan Kampung Tertib Lalu Lintas

Di Amerika pidato tahunan itu biasanya di awal tahun: lebih sering di bulan Februari. Itu semacam laporan presiden mengenai apa yang sudah dilakukan selama setahun dan apa yang akan dilakukan setahun ke depan.

Tentu Presiden Amerika juga membanggakan program apa yang sudah berhasil dicapai. Biasanya anggota Kongres dari partai pendukung memberikan tepuk tangan meriah. Mereka juga sering bertepuk sambil berdiri –standing ovation.

Sebaliknya, setiap kali kisah sukses itu dianggap dilebih-lebihkan --apalagi kalau dianggap nggombal-- anggota Kongres dari partai minoritas meneriakkan 'huuuuu' sambil mengacungkan tangan dengan jempol ke bawah.

Di pidato Presiden Prabowo kemarin tidak satu pun yang memberikan reaksi ''huuu''. Entah kalau di dalam hati. Sedang ''rakyat biasa'' yang jadi tamu VIP semuanya anak kecil. Yakni siswa Sekolah Rakyat –sekolah SD khusus untuk anak orang paling miskin. Baru di zaman Prabowo ada sekolah jenis ini.

BACA JUGA:Paling Tipis di Kelasnya! Vivo S2 Resmi Meluncur Bawa Desain Ramping dan Sensor Kamera Sony IMX852

Presiden Prabowo memperkenalkan mereka ke sidang pleno. Semua bertepuk tangan. Yang laki-laki bernama Rizky. Kalau berangkat sekolah ia harus naik sepeda puluhan kilometer dengan membawa 30 kg barang yang harus dijual. Sebelum dimasukkan sekolah rakyat Rizky belum bisa membaca dan berhitung.

Siswa yang perempuan dari Majene, Sulsel: Dewi Lestari. Anak ini dipuji Presiden sebagai juara karate tingkat kabupaten. Umurnyi baru 10 tahun. "Pacarannya kelak kalau sudah ban hitam ya," pinta Presiden.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google