Google Advertisement Below

Zhu Rongji

Zhu Rongji--

BACA JUGA: Prabowo Dorong Bahasa Asing Mulai SD Kelas 1

Waktu itu dunia Barat sedang merayu Tiongkok untuk mau masuk WTO. Maksudnya agar Tiongkok bisa 'didisiplinkan' lewat WTO. Tiongkok harus tunduk pada cara-cara dagang dunia.

Terasa sekali Tiongkok sedang meyakinkan rakyat mereka: masuk WTO itu baik. Kelihatan sekali pengusaha di sana takut kalau Tiongkok masuk WTO tidak bisa bebas lagi berdagang ke seluruh dunia. Sangkaan yang tentu saja salah.

Kota Nanjing sendiri --pernah jadi ibukota Tiongkok-- waktu itu masih kumuh. Masih di awal pembangunan menuju modernisasi. Jalan-jalan dalam kota baru dilebarkan. Masih berdebu. Pohon-pohon di pinggir jalan baru ditanam. Masih tampak baru tumbuh. Inilah kali pertama saya melihat: pohon yang baru ditanam tapi besarnya sudah sebesar tubuh orang Indonesia. Waktu itu di kita masih terbiasa menanam pohon itu menanam bibit pohon yang masih kecil.

Apa yang saya lihat di Nanjing itu terus hidup di benak saya. Kelak, setiap kali membangun gedung baru saya minta agar pohon yang ditanam di halamannya adalah pohon yang sudah besar. Saya ikut tidak sabar menunggu rindangnya pohon yang memakan waktu sampai lebih 10 tahun.

BACA JUGA:Pagar Alam Siapkan Kampung Tertib Lalu Lintas

Di pertemuan besar di Nanjing itu delegasi dari Indonesia lebih 200 orang. Dari Surabaya saja 40 orang. Satu bus penuh. Meski itu pertemuan besar pengusaha Tionghoa sedunia --hua shang da hui/ 华商 大会-- saya bisa menjadi delegasi Indonesia.

Di tahun itu saya sudah dianggap keluarga Tionghoa --lima tahun sebelum menjalani operasi ganti hati di Tianjin, Tiongkok.

Sejak itu saya beberapa kali kembali ke Nanjing. Setiap kali pula saya lihat perubahan yang amat besar. Pun di seluruh Tiongkok. Dua tahun kemudian saya ikut sekali lagi 华商大会: di Kuala Lumpur.

Zhu Rongji adalah salah satu pemimpin besar Tiongkok modern. Semua pemimpin Tiongkok tidak lagi ikut cawe-cawe di urusan negara setelahnya. Tidak ada misalnya mantan presiden yang bikin partai politik untuk anaknya.(Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google