Dongkrak Nilai Jual, Buka Peluang Pasar Digital
INOVASI: Lewat program PKM, Dosen ITPA dampingi Kelompok Tani Desa Tebat Lereh olah hasil panen tomat menjadi produk bernilai ekonomis. --ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Institut Teknologi Pagar Alam (ITPA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan sektor pertanian melalui inovasi berbasis teknologi.
Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), ITPA mendampingi Kelompok Tani Desa Tebat Lereh, Kota Pagar Alam, mengolah hasil panen tomat menjadi produk bernilai tambah berupa tomat bubuk berkualitas.
Program yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ini dipimpin oleh Desi Puspita, M.Kom., bersama Inka Rizki Padya, S.TP., M.Si., dan Alfis Arif, M.Kom., dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dan Teknik Informatika.
Pendampingan diberikan secara komprehensif, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi tomat bubuk, teknik pengemasan yang menarik, pembangunan identitas merek (branding), hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial.
BACA JUGA:Targetkan Pasar Modern dan PAD Meningkat
Ketua tim PKM, Desi Puspita, menjelaskan bahwa inovasi pengolahan tomat menjadi bubuk merupakan solusi untuk mengatasi melimpahnya hasil panen yang selama ini rentan mengalami kerusakan akibat masa simpan yang singkat.
“Melalui pengolahan menjadi tomat bubuk, produk dapat bertahan lebih lama, memiliki nilai jual lebih tinggi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani,” jelas Desi.
Antusiasme juga datang dari para petani. Ketua Kelompok Tani Desa Tebat Lereh, Deni, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat besar bagi anggotanya.
Selain memahami teknik pengolahan hasil pertanian, para petani juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun merek serta memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk.
BACA JUGA:Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Sebagai Kepala BGN
“Kami tidak hanya diajarkan cara mengolah tomat menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga bagaimana memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITPA, Asminah, M.M.Kom., menegaskan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan kelompok tani menjadi langkah strategis untuk melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing produk pertanian lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan produk pertanian yang lebih inovatif, memiliki daya saing tinggi, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan petani,” katanya.