Google Advertisement Below

Bumi Hangus

Bumi Hangus --Tomy/Pagaralampos

Idon adalah panggilan Don Ritto.

BACA JUGA:Pemkot Pagar Alam Perkuat Birokrasi Profesional Lewat Seleksi JPT Pratama

Rumah yang di Sentul itu pun, katanya, awalnya memang milik Febrie tapi sudah dalam penguasaan Idon. Yakni untuk kegiatan sebuah yayasan keluarga. Sejak 2023. Artinya, Febrie tidak tahu-menahu soal ditemukannnya uang ratusan miliar di situ.

Berarti sudah ada strategi yang disepakati: strategi bumi hangus. Yang dihanguskan buminya Don Ritto.

Rupanya sudah ada kesepakatan internal: timpakan seluruh kesalahan pada Don Ritto. Bersihkan nama Febrie. Don Ritto-lah yang kotor. Febrie itu bersih.

Kita lihat saja seberapa lihai Handika menyelamatkan Febrie lewat bumi hangus Idon.

BACA JUGA:SMP Negeri 2 Pagar Alam Sukses Laksanakan MPLS Sesuai Permendikbud Nomor 12 Tahun 2026

Nama Handika memang sesekali muncul dalam perkara korupsi besar. Ia ikut dalam tim pembela Anas Urbaningrum dalam perkara Hambalang. Ia juga ikut tampil dalam perkara Jiwasraya. Pun dalam perkara mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Termasuk juga dalam perkara e-KTP.

Handika orang Solo: alumnus fakultas hukum Universitas Negeri Sebelas Maret, UNS. Saat mahasiswa ia sering ikut demo. Di masa itu teman-temannya memanggilnya Acong.

Seniornya di Solo mengatakan nama asli pengacara itu awalnya hanya satu kata: Handika. Setelah jadi pengacara ia pergi ke pengadilan untuk mendaftarkan nama baru: Handika Honggowoso. Terbaca lebih keren dan ningrat.

Zaman itu mahasiawa radikal UNS kalah radikal dengan mahasiswa UMS --Universitas Muhammadiyah Solo. Kalau pendemo dari UNS dengar akan dikejar aparat mereka bersembunyi di UMS.

BACA JUGA: Siap Jaga Kamtibmas dan Perkuat Sinergi

Kini Handika berada di pusaran perkara sangat besar. Bukan sebagai anggota tim melainkan sebagai leader.

Si hot Hotman memang pengacara resmi Febrie, tapi yang akan menyelamatkan Febrie adalah pengacara Idon.

Don Ritto sendiri masih dalam tahanan polisi. Idon orang Jambi sebagaimana Febrie. Idon juga sesama alumnus fakultas hukum Universitas Jambi. Awalnya Idon mendirikan kantor pengacara di Jambi, tapi pindah ke Bandung setelah istri dan anaknya meninggal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google