Wani 2727
Wani 2727--Tomy/Pagaralampos
Wani 2727
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Di penerbangan 14 jam menuju New York, saya menulis ''pekerjaan rumah'' yang tersisa. Tur bisnis Disway ke Semarang pekan lalu (Disway Explore Business with Dahlan Iskan Jateng Series).
Memang tur itu hanya mengunjungi empat perusahaan tapi daya tariknya tinggi semua: Halo BCA, pabrik mebel high-end Saniharto, Polytron, dan Sidomuncul.
Di Halo BCA istimewa: rombongan pengusaha diterima langsung oleh tokoh puncak Bank BCA: Dr Nathalya Wani Sabu. Executive vice president Bank BCA ini baru diwisuda sebagai doktor kriminologi sehari sebelumnya --di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian d/h PTIK.
Soal jerohan Halo BCA Anda sudah tahu. Pun tentang bagaimana Halo BCA menjadi juara dunia contact center di perbankan sejagad raya. Bukan sekali dua kali: 15 kali berturut-turut.
Pun sampai tahun lalu (Lihat Disway 22 April 2026: Halo Wani dan 26 April 2026: Wani Tenan). Rombongan pebisnis diajak serta ke Hall of Fame di situ dipajang lebih dari 2.000 penghargaan nasional, ASEAN, Asia Pacific sampai tingkat dunia untuk Bank BCA.
Ternyata Wani Sabu tidak hanya pandai berprestasi. Wanita asal Jambi itu juga sangat pandai menjadi mentor, pembimbing, dan pengajar.
Cara Wani berbicara di panggung tidak mengesankan dia sebagai ahli kriminologi, khususnya di bidang kejahatan perbankan. Wani seperti penceramah ulung sekelas Ustaz Abdul Somad di dunia dakwah. Yang dia dakwahkan adalah teknik pembangunan sumberdaya manusia unggul.
Seperti Ustaz Somad, Wani sangat jago dalam meramu persoalan serius dengan humor yang sangat jenaka. Ini mirip standup comedy yang penuh berisi. Dia bisa menirukan mimik wajah karyawan yang menyenangkan dan wajah yang menjengkelkan.
Para pebisnis bisa dapat contoh-contoh konkret bagaimana membuat karyawan yang menjengkelkan menjadi menyenangkan. Misalnya pakai rumus 2-7-2-7. Lalu dia tampilkan gambar di layar seperti apa bentuk bibir yang bisa disebut 2-7-2-7. Jarak atas-bawah bibir bagian kiri harus membuka selebar dua sentimeter. Lalu 7 gigi ditunjukkan selama 7 detik.
Melihat itu secara tidak sadar anggota rombongan memeragakan mulut masing-masing sampai berbentuk 2-7-2-7. Itulah bentuk senyum yang sempurna. Bukan dibuat-buat meski awalnya sengaja dibuat, bahkan dipaksakan. Angka itu bukan hanya menyimbolkan bentuk mulut tapi juga durasi. Senyum itu tidak boleh sekejap.