Hujan Deras, Akses Jalan Tertutup Longsor
LONGSOR: Tim gabungan dari Polres Pagar Alam dan BPBD Kota Pagar Alam lakukan bersih-bersih material longsor, yang terjadi di wilayah Dempo Makmur. --ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Kota Pagar Alam dalam menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Planting RT 06 RW 03, Kelurahan Dempo Makmur, Kamis (21/05) sekitar pukul 13.00 WIB.
Atas arahan Kapolres Kota Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada SIk melalui Kapolsek Pagar Alam Selatan Ipda Andi Wijaya SE, personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi, guna membantu penanganan longsor yang menutupi badan jalan.
Peristiwa longsor tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Pagar Alam sejak pagi hingga siang hari.
Akibatnya, material tanah dari tebing longsor menimbun akses jalan dan menghambat aktivitas transportasi warga.
BACA JUGA:Suhu Capai 43 Derajat, Aktivitas Jama’ah Dibatasi
Di lokasi kejadian, aparat kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material longsor sambil menunggu kedatangan alat berat untuk mempercepat proses pembukaan jalan.
Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas sempat terganggu dan jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Kapolsek Pagar Alam Selatan Ipda Andi Wijaya mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk memastikan akses jalan segera dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Selain melakukan penanganan di lapangan, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Pagar Alam.
BACA JUGA:Dor! Dor!
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada, terutama ketika melintas di daerah perbukitan atau titik rawan longsor saat hujan deras,” ujar Andi Wijaya.
Upaya penanganan terus dilakukan hingga kondisi jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar seperti biasa.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi bencana alam, terutama di kawasan perbukitan dan lereng yang rawan longsor saat intensitas hujan tinggi.