Diminta Segera Tetapkan Status Siaga
M Iqbal Alisyahbana : Diminta Segera Tetapkan Status Siaga--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Pemerintah pusat meminta seluruh daerah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera menetapkan status siaga menghadapi musim kemarau 2026.
Langkah ini dinilai penting agar upaya pencegahan dapat dilakukan lebih awal sebelum puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, M Iqbal Alisyahbana, mengatakan hingga saat ini masih terdapat delapan kabupaten di Sumsel yang belum menetapkan status siaga karhutla.
“Ada arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup agar daerah-daerah yang rawan karhutla segera menetapkan status siaga.
BACA JUGA:Tahu Digigit
Di Sumsel masih ada delapan daerah rawan yang belum menetapkan status siaga,” ujar Iqbal, Selasa (12/5).
Delapan daerah tersebut yakni Kabupaten Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).
Iqbal menuturkan pemerintah menargetkan seluruh daerah rawan karhutla telah menetapkan status siaga paling lambat pada akhir Mei 2026.
Penetapan ini diperlukan untuk memudahkan koordinasi antarinstansi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
BACA JUGA:Pejabat Rangkap Jabatan Mengganggu Kinerja
Dengan adanya status siaga, pemerintah daerah dapat lebih cepat mengaktifkan patroli terpadu, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta menyiapkan personel dan peralatan pemadaman.
“Kita harapkan Mei ini seluruh daerah rawan sudah menetapkan status siaga karhutla,” katanya.
Menurut Iqbal, perhatian pemerintah terhadap ancaman karhutla tahun ini semakin besar setelah Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut.
Sebagai bentuk dukungan, Sumsel telah mendapatkan bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari pemerintah pusat yang dimulai sejak 5 Mei 2026 dan berlangsung selama 10 hari.