Life Wife
life wife--Tomy/Pagaralampos
Yang tidak lucu hanya satu: Imam Zaid Zakir. Isinya lebih banyak khotbah tentang Islam.
Di pemakaman James F. Sundah pagi ini yang membacakan eulogy satu orang: Lia, istrinya. Lia sendiri yang menuliskannya. Itu tidak sulit bagi Lia yang pianis, aktivis, dan pengacara di New York.
BACA JUGA:Sanggup Nanjak di Bromo? Auto2000 Uji Ekstrem New Veloz Hybrid EV, Hasilnya Bikin Geleng Kepala!
Yang sulit bagi Lia adalah bagaimana bisa menahan tangis di tengah eulogy itu. "Saya harus latihan membaca sambil menahan tangis," ujar Lia tadi malam.
Lia sudah menyelesaikan naskah eulogy untuk James itu tapi masih dia pikir lagi apakah ada yang kurang. Kalau pun nanti Lia tidak kuat menahan tangis sudah disiapkan Erick yang bisa meneruskannya.
Pasti Lia juga akan menguraikan segala aspek kehidupan James yang bukan hanya musisi, tapi juga orang yang punya prinsip: di musik tidak boleh hanya memikirkan aspek bisnis. Soal keterbukaan, keadilan, dan fairness harus dijunjung tinggi.
Mengapa pelayat yang menghadiri pemakaman James dianjurkan pakai baju berwarna ungu, merah, biru, atau oranye? Mengapa mereka diharapkan tidak pakai ''baju duka'' hitam putih?
"Itu warna-warna kesukaan James," ujar Lia. Terutama warna ungu.
Lia sendiri akan pakai baju apa?
"Saya pakai baju yang dibelikan James terakhir," ujar Lia.
Baju itu dibeli James untuk ulang tahun Lia. Tahun lalu. Yakni sehari setelah James kali pertama menjalani kemo untuk kanker parunya.
Baju itu buatan Carmanita. Anda sudah tahu siapa Carmanita: desainer baju dan pembatik. Dia cucu pencipta lagu yang Anda pasti suka ketika Anda masih anak-anak dulu: Ibu Soed.
Sedang para staf Lia di kantor pengacaranyi sudah siap semua: berseragam warna ungu.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Facelift! Intip Revolusi Desain Toyota 2026 yang Siap Bikin Kompetitor Tertinggal Jauh