Istana Garuda
Istana Garuda--Tomy/Pagaralampos
Di IKN memang ada kawasan eksekutif, lalu ada kawasan yudikatif. Kelihatannya gedung legislatif yang akan dibangun terakhir.
BACA JUGA:Wuling Air EV Punya Lawan Berat! Chery QQ Bangkit Jadi Mobil Listrik 130 Jutaan, Speknya Ngeri!
Teras Istana ini megah. Pilar tingginya jauh lebih banyak dari Istana Merdeka. Di Istana Garuda pilarnya 34. Itu sesuai dengan jumlah tanah asli dari 34 provinsi di Indonesia. Yakni tanah yang diantar oleh masing-masing gubernur ke upacara dimulainya pembangunan IKN.
Saya lama berdiri di teras: menikmati keindahan dan kemegahannya. Lalu masuk ke ruang pertama. Itulah ruang ketika para tamu diterima presiden.
Ruang ini elegan. Kayu-kayu tiangnya kayu terbaik Kalimantan: bengkirai warna hitam. Bengkirai tua. Hiasan lampunya dari Boyolali.
Dari keseluruhan bahan hanya marmer untuk lantai yang diimpor. Indah sekali. Pantulan lampunya pun bisa terlihat di lantai. Marmer selebihnya dari dalam negeri.
BACA JUGA:Resmi Meluncur! Honda Brio 2026 Tampil dengan Desain Segar, Harganya Masih di Bawah 200 Juta
Di belakangnya lagi ada koridor tapi lebarnya seperti ruangan yang memanjang ke kanan-kiri. Di belakang koridor inilah ruang besar: bisa untuk sidang kabinet paripurna, jamuan makan, resepsi kenegaraan dan sejenisnya. Desain interiornya, terutama langit-langitnya, mirip ruangan di keraton Jawa.
Di sisi kanan ada sebuah piano kecil. Ada penutupnya. "Itu piano milik Ibu Iriana," ujar petugas di situ. "Dibawa ke sini untuk acara ulang tahun beliau ketika itu," tambahnya.
Hanya sampai di situ kami boleh melihat. Selebihnya harus ada izin yang lebih khusus. Saya juga harus melihat satu lagi: bandara IKN. Lalu ke kampung istri untuk beridulfitri
Ups...lupa. Belum makan siang. Maka saya ke satu-satunya hotel bintang lima di IKN: Swissôtel Nusantara. Ada sop buntut, iga bakar, udang mayones pedas. Itu pilihan kami.