Juara Dunia
Juara Dunia--Tomy/Pagaralampos
Di tingkat dunia BCA datang sebagai juara Asia Pasifik --melawan juara-juara Eropa, Afrika, Amerika, dan Amerika Latin.
Di forum itu Jayanti juga harus presentasi selama 20 menit. Lalu harus bisa menjawab pertanyaan dari siapa pun di situ: dari juri maupun dari peserta benua lain.
Orang tua Jayanti seorang pedagang pakaian di Kendari. Sang ayah punya toko: Sinar Jaya.
"Apakah nama Jayanti diambil dari nama toko ayahanda?" tanya saya.
BACA JUGA:Review Jaecoo J5 EV 2026: SUV Listrik Futuristik Ini Diam-Diam Siap Guncang Pasar Apa Keunggulannya!
"Hahaha....," hanya itu jawabnyi.
Dengan tawanyi, Jayanti naik kelas: dari lima i ke enam i. Badannyi langsing berisi. Posturnyi tinggi. Dia gabungan antara kelembutan wanita dan ketegasan orang Bugis. Suaminyi dari Palembang.
"Benar diambil dari nama toko? begitu?" saya balik lagi bertanya soal nama.
"Tidak tahu," katanyi. "Tapi, waktu saya ke India orang di sana bilang Jayanti itu bahasa Hindi, artinya ratu kemenangan," tambahnyi.
Bagaimana untuk lomba tahun ini?
BACA JUGA:Meriah! Undian Pesirah Jadi Magnet Nasabah di Pagar Alam
"Sekarang saya jadi mentor untuk tim di lomba tahun ini. Salah satu yang akan berangkat tuh di depan bapak," ujar Jayanti sambil menunjuk laki-laki muda di depan saya: Arik Dediyono. Sedang ketuanya: Felisia Nandjaya.
Saya akhiri dulu tulisan ini sampai di sini. Bandara Kuala Lumpur sudah memanggil, agar semua penumpang jurusan Shanghai naik ke pesawat.
Rasanya saya sudah tidak lupa minta maaf pada mereka hari itu: gara-gara kedatangan saya mereka harus masuk kerja di hari Minggu. "Rumah kami dekat-dekat sini semua kok," kata Jayanti.
Oh iya: BCA kan punya program KPR dengan bunga murah. Apalagi untuk karyawan sendiri yang berprestasi. Bukankah BSD sendiri adalah real estate yang saking besarnya --3000 hektare-- disebut BSD City.