Drum Mesiu
Drum Mesiu --Tomy/Pagaralampos
Kebetulan presiden Taiwan sekarang ini, Lai Ching-te, tidak sepopuler pendahulunya: Tsai Ing-wen.
BACA JUGA:Wako Pagaralam dan Pangdam II/Sriwijaya Gelar Senam dan Tanam Pohon di Tugu Rimau
Maka kunjungan Li-wun ke Tiongkok kali ini menjadi berita besar di Taiwan –mengalahkan berita perang di Iran. Momentumnya dianggap tepat: pilih perang atau damai. Li-wunsendiri menamakan kunjungannyi ke Tiongkok ini sebagai ''perjalanan damai''.
Kata "damai" lebih disukai rakyat daripada kata "perang".
Selama Tsai Ing-wen jadi presiden suasana di Taiwan memang tegang. Upaya Ing-wen untuk kian menjauh dari Tiongkok memang kian nyata. Termasuk mengubah nama resmi Republic of China menjadi Republik Taiwan.
Tiongkok sangat khawatir Taiwan merdeka. Maka kegiatan militer Tiongkok di selat Taiwan sangat meningkat –seperti mengarah ke pengambilalihan Taiwan secara militer.
BACA JUGA:Toyota Avanza 2026 Resmi Diluncurkan: Kini Ada Varian Hybrid, Konsumsi BBM Tembus 25 Km/Liter!
UUD Tiongkok memang menyebutkan Taiwan adalah salah satu provinsinya. Lalu amandemen UUD itu mengamanatkan lebih tegas: untuk mengembalikan Taiwan, kalau perlu dengan kekuatan senjata.
Maka begitu Amerika sangat sibuk mengerahkan kekuatan militernya ke Iran banyak yang waswas: jangan-jangan Tiongkok mengambil kesempatan itu untuk merebut Taiwan secara paksa. Amerikalah satu-satunya harapan Taiwan untuk berlindung dari serangan Tiongkok.
Kekhawatiran itu ditangkap dengan baik oleh Li-wun. Dia justru ke Tiongkok. Menjalin perdamaian. Xi Jinping juga setuju dengan misi itu.
Harapan Li-wun berikutnya tentu bisa memenangkan pilpres akan datang. Kini, meski oposisi, KMT sudah menguasai mayoritas parlemen. Juga sudah lebih banyak kepala daerah dari KMT daripada DPP. Tinggal selangkah lagi.
BACA JUGA:Honda Jazz Bekas Masih Jadi Primadona 2026, Ini Alasan dan Kisaran Harganya!
Sebagai mayoritas di parlemen KMT baru saja berhasil menolak rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran pertahanan: untuk membeli tambahan senjata dan pesawat tempur dari Amerika.
Faktor lain yang menguntungkan Li-wun: kondisi Hongkong kini sudah stabil. Di masa Pilpres yang dimenangkan Ing-wen dulu kondisi Hongkong sangat tegang-tegangnya. Kelompok anti Tiongkok sangat vokal.
Demo hampir tidak berhenti. Kesan yang munculkanoleh anti Tiongkok di Hongkong: Taiwan akan ditindas seperti Hongkong.