Utang Tuhan

Utang Tuhan--Tomy/Pagaralampos

"Imam Al Ghazali itu teolog. Bukan filsuf," ujar Al Makin. 

BACA JUGA:Gak Ada Lawan! 4 HP Redmi Note Termurah April 2026: Spek Gahar Mulai 2 Jutaan, Baterai Awet 2 Hari

Apa bedanya?

"Di filsafat semua hal harus dipertanyakan. Di teologi yang ada adalah doktrin. Kalau sudah menyangkut doktrin justru tidak boleh dipertanyakan. Kitabnya Al Ghazali isinya kan doktrin".

Setelah tidak jadi rektor Al Makin kembali menjadi peneliti. Darah dagingnya di penelitian. Sumsum tulang belakangnya juga berisi penelitian. 

Anda sudah tahu: penelitiannya yang populer adalah tentang nabi-nabi. Hasilnya: di Indonesia ini ia temukan ada 600 nabi. Tiga di antaranya di Medan --termasuk Sisimangaraja. Tentu belum termasuk nabi terbaru di Medan: Nabi Muhammad --tanpa SAW.

BACA JUGA:iQOO Z10R Resmi Meluncur: HP Gaming 3 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh dan Skor AnTuTu 700 Ribu!

Saya ke rumah nabi itu bersama Prof Al Makin tahun lalu. Kami dapat cerita detil saat nabi itu mendeklarasikan kenabiannya di Makkah (Lihat Disway 19 September 2025: Nabi Baru).

Di Blora juga penah ada nabi: nabi Samin Surosentiko --yang mengajarkan agama Samin. 

Sebagai peneliti Al Makin tentu sudah ke berbagai negara yang jadi objek penelitiannya. Termasuk Iran. Ia ke situs-situs peninggalan Maharaja Cyrus di Pasargadae --yang kini berada di provinsi Fars, tidak jauh dari kota Shiraz.

Hebat juga Pasargadae pernah jadi ibu kota negara super power pertama di dunia --2.500 tahun sebelum Amerika menggantikannya. 

Konon penggambaran surga yang bertaman indah itu datang dari Pasargadae ini: ibu kota super power tapi bentuk kotanya bukan metropolitan melainkan pertamanan seperti di surga --ups sebaliknya.

Sampai di tahun 500 SM itulah, di Iran kuno, di zaman Cyrus manusia terus diarahkan agar hanya bertuhan satu. Nama tuhannya: Mazda. Lengkapnya: Ahura Mazda --kekuatan yang maha bijaksana.

Tuhan yang maha esa itu dianut sejak 1000 tahun sebelumnya --dimulai di zaman Zaratustra yang memerintah di Zoroaster.

Berarti bertuhan satu telah menjadi tradisi yang panjang di Parsi: sejak Zaratustra sampai Cyrus. Lalu, kata Al Makin, diadopsi oleh Yahudi. Kemudian Kristen. Lalu Islam.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan