Pagar Alam Kejar Predikat Lebih Tinggi KLA 2026
RAKOR : Wakil Walikota Pagar Alam Hj. Bertha tekankan komitmen bersama wujudkan predikat KLA 2026 dalam rapat koordinasi persiapan kedatangan tim monitoring dan penilaian KLA 2026.--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Pemerintah Kota Pagar Alam semakin serius menatap target peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2026.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj Bertha, saat memimpin rapat koordinasi persiapan kedatangan tim monitoring KLA yang digelar di Ruang Rapat Besemah Tige Setdako Pagar Alam, Kamis (02/04).
Dalam suasana rapat yang penuh semangat, Wawako Hj Bertha menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bagian penting dari arah pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar memiliki komitmen yang sama dalam membangun ekosistem kota yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
BACA JUGA:Kang Dasep
“Pembangunan Kota Layak Anak tidak berdiri sendiri. Ini berkaitan erat dengan berbagai indikator utama seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), usia harapan hidup, hingga konsep kota layak huni.
Semua ini harus terintegrasi dan berjalan seiring dengan kebijakan nasional,” ujar Wawako.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberadaan kota yang ramah anak mencerminkan kualitas tata kelola pemerintahan secara keseluruhan.
Menurutnya, ketika hak-hak anak terpenuhi dengan baik—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan maka masa depan daerah akan menjadi lebih cerah.
BACA JUGA:Motif Kasus Teror Andrie Yunus Belum Terungkap
“Ekosistem yang ramah anak tidak hanya berdampak pada kesejahteraan generasi muda, tetapi juga menjadi cerminan kualitas pembangunan kota secara menyeluruh,” tambahnya.
Untuk itu, Wawako Hj Bertha mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak hanya fokus pada persiapan administratif, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan.
Ia meminta setiap OPD mampu memperkuat perencanaan serta menyusun desain program yang lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Tak hanya itu, akurasi data juga menjadi perhatian penting dalam menghadapi penilaian KLA. Wawako menekankan bahwa seluruh pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas Kota Layak Anak harus mampu menyajikan data dan informasi yang valid, sesuai dengan kondisi di lapangan.