Herdman Akui Timnas Indonesia Belum Ideal
Herdman Akui Timnas Indonesia Belum Ideal--
KORANPAGARALAMPOS.COM - Kekalahan tipis di partai final tidak membuat Timnas Indonesia kehilangan arah. Justru sebaliknya, pelatih John Herdman menegaskan bahwa skuad Garuda saat ini masih dalam tahap pembentukan dan jauh dari kata final.
Pada laga final FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026), Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-1 dari Timnas Bulgaria.
Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-37.
Tampil Menjanjikan Meski Kalah
BACA JUGA:Halal Bihalal SD Madani IBS Hadirkan Tausiyah Inspiratif tentang Adab
Meski hasil akhir tidak berpihak, performa Timnas Indonesia sebenarnya cukup menjanjikan. Skuad Garuda mampu mengontrol jalannya pertandingan dan tampil disiplin di berbagai lini. Namun, efektivitas lawan dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda utama.
Dalam laga tersebut, Herdman melakukan berbagai eksperimen komposisi pemain. Di bawah mistar, Emil Audero dipercaya sebagai penjaga gawang utama. Lini belakang diisi oleh Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner.
Sementara di sektor lain, nama-nama seperti Ramadhan Sananta, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, hingga Kevin Diks diturunkan sejak awal.
Memasuki babak kedua, Herdman melakukan sejumlah pergantian untuk mengubah ritme permainan. Ivar Jenner masuk menggantikan Sananta, disusul Elkan Baggott dan Elliano Reijnders yang turut memperkuat lini permainan.
BACA JUGA:Bangkitkan Semangat Belajar Usai Lebaran
Tak berhenti di situ, Dony Tri Pamungkas dan Beckham Putra juga dimasukkan di menit akhir untuk menambah daya serang.
Masih Tahap Pengembangan
Usai laga, Herdman dengan tegas menyatakan bahwa dirinya masih mencari komposisi terbaik bagi tim. Ia menilai, terlalu dini untuk menentukan susunan ideal, mengingat dirinya baru memulai proyek pembangunan tim nasional.
“Saya tidak bisa mengatakan sekarang ini tim impian di tahun pertama saya. Indonesia baru saja memulai,” ujarnya.