Lebaran Rezeki

Lebaran Rezeki--Tomy/Pagaralampos

Hampir pukul 23.00 kami baru tiba di Surabaya. Lelah. Ngantuk. Lapar. 

BACA JUGA:QJ Fort 180 2026: Skutik Adventure Murah dengan Fitur Lengkap

Saya tawari mereka makan malam. Tidak ada yang mau. Mereka pilih bergegas tidur. Toh di rest area Salatiga sudah makan durian yang kelewat banyak. Durian lokal. Tiap butir beda rasa. Tidak seperti durian Malaysia: sepuluh butir pun satu rasa.

Biarlah mereka langsung tidur.

Saya pun tidak tega minta mereka bangun pukul 05.00 untuk saya ajak salat Idulfitri di Masjid Al Akbar. Saya akan jemput mereka pukul 07.00 saja, setelah kami pulang dari salat.

Saya minta mereka tidak makan pagi di hotel. Istri saya sudah masak menu kesukaan orang Tiongkok dan Jepang: rawon buntut sapi.

BACA JUGA:Dari SUV ke Campervan Hanya 5 Menit, Ini Chery X Konsep Terbaru

Tidak tanggung-tanggung istri saya menyiapkan rawon: 6 kg. Masih ada menu tambahan: tempe goreng, dadar jagung, rendang, tewel ceker ayam, aneka sambal.

Meiling, dari Singapura, yang jadi juru bicara: jangan lupa makan sambal. "Sambal Bu Dahlan luar biasa sedap," kata Meiling kepada para tamu. Meiling memang sering dapat kiriman sambal nyonya rumah.

Tentu mereka tidak langsung makan. Mereka boleh lebih dulu melihat ritual keluarga kami: sungkeman. Juga adegan lucu berikutnya: pembagian angpao oleh sang nenek. Mereka sibuk mengambil foto dan video. Itulah kali pertama mereka melihat acara Idulfitri di negara Islam.

Tentu saya sulit menjelaskan apa itu Idulfitri. Maka saya pakai saja istilah yang sering dipakai orang di sana untuk menyebut Idulfitri: ''Muselin Guo Nian". Tahun baru orang Islam. Saya mengubah kata "muselin" menjadi "Yin Ni" –Indonesia. "Yin Ni Guo Nian". 

BACA JUGA:JAECOO J5 EV 2026: Uji Jarak Tempuh dan Konsumsi Energi

"Memang mirip sekali dengan acara hari raya tahun baru Imlek," ujar salah satu dari mereka.

Tentu para cucu masing-masing menerima tiga angpao: dari nenek dan ibunda mereka. Kali ini ada amplop khusus untuk cucu yang dinilai juara: juara paling banyak tersenyum.

Saya ingin remaja mulai dibiasakan tersenyum. Di zaman HP ini saya lihat kian banyak remaja yang wajah mereka kaku.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan