Pantat Kuda
Pantat Kuda--Tomy/Pagaralampos
Saya pun ingat. Konglomerat Mochtar Riyadi pernah berkata pada saya: perdagangan pertama di dunia terjadi di Tiongkok. Yakni barter antara besi dan garam. Garamnya garam tambang. Besinya besi tambang.
BACA JUGA:Pengurus AMSI Sumsel Periode 2024–2028 Gelar Bukber, Bahas Penguatan Organisasi Media Siber
Kapan-kapan kalau bertemu Mochtar Riyadi lagi saya akan bertanya: apakah sejarah itu terjadi di Huai An. Di sini banyak ditemukan tambang garam. Di kedalaman 1.500 meter. Garam tidak perlu dibuat dari air laut.
Kembali ke pantat kuda.
Bagi raja yang tidak suka dijilat sebenarnya sudah mengingatkan lewat patung pantat kuda itu: awas! kalau Anda berlebihan menjilat, kuda itu akan menyelentak Anda dengan kaki belakangnya. Anda bisa terjengkang.
Jadi, para penjilat harus belajar dari patung pantat kuda itu. Anda harus lihat raja Anda tipe yang suka dijilat atau justru membencinya. Penjilat yang tidak berprestasi akhirnya akan ketahuan. Lalu Anda akan ditendang dengan kaki belakang.
Saya sendiri juga senang bila pantat saya ditepuk. Sayangnya pantat saya tepos. Tepukan itu langsung mengenai tulang: sakit.
Menepuk pantat kuda memang bisa membuat Anda dapat jabatan senilai 100 juta dolar. Tapi itu hanya angan-angan. Orang berprestasilah yang bisa menghasilkan satu miliar dolar.