Tamparan Mojtaba

Tamparan Mojtaba--Tomy/Pagaralampos

Itu seperti terang-terangan menampar muka Presiden Donald Trump di panggung dunia. Trump-lah yang memberinya gelar "kelas ringan". Kini yang "kelas ringan" itu berani naik ring menantangnya.

Maka Israel-Amerika kembali punya buruan No 1 lagi: Ayatollah Mojtaba. Betapa sibuk intelijen mereka mencari tahu di mana posisi Mojtaba. Inilah pemimpin baru yang langsung menghadapi risiko terbesar: di bom Israel-Amerika.

Ia juga pemimpin baru yang menghadapi penurunan kekuatan persenjataan yang sangat drastis --pusat-pusat penyimpanan senjata Iran dihancurkan Israel-Amerika.

Saya sulit membayangkan bagaimana mekanisme komando ke bawah dalam situasi terus digempur dari udara seperti itu. Komunikasi seperti apa yang dijalankan.

BACA JUGA:Bukan Mimpi! Yamaha RX 2026 Reborn dengan Konsumsi BBM 0,022 Liter/Km: Tampang Klasik tapi Mesinnya Bikin SPBU

Adakah kembali ke zaman seperti perang gerilya dulu: komando sistem kurir. Dari kurir ke kurir.

Agar tidak termonitor. Pakai system kurir berantai. Kurir pertama yang membawa pesan hanya bisa bertemu kurir kedua. Kurir kedua bertemu kurir ketiga. Baru kurir ketiga yang bertemu penerima pesan.

Alangkah lambatnya sistem lama itu. Juga alangkah sulitnya cari kurir yang benar-benar bisa dipercaya.

Di zaman satelit, G5/6 dan AI ini dunia seperti telanjang. Betapa hebatnya Iran tetap bisa membalas serangan dalam keadaan seperti itu.

BACA JUGA:Gak Perlu Tebak-Tebakan Lagi! Realme 16 5G Bawa Fitur Selfie Mirror Pertama di Industri: Desain Premium, Harga

Tentu Mojtaba tidak akan hidup apa adanya seperti ayahnya. Pengamanan terhadap Mojtaba pasti istimewa. Sehari harus pindah berapa kali. Itu pula yang dilakukan Imam Nasrullah, pemimpin tertinggi Hisbullah di Lebanon.

Tapi akhirnya termonitor juga. Rumah tempat transitnya di Beirut dijatuhi bom sampai seberat 80 ton.

Sampai hari ini belum ada satu kali pun Mojtaba tampil. Belum juga menyampaikan pidato. Tidak ada juga potongan video yang beredar yang berisi pesan-pesan darinya. Tentu Mojtaba harus dijaga keras.

Kejadian yang menimpa ayahnya tidak boleh terulang. Juga yang menimpa pemimpin tertinggi Hisbullah, Imam Nasrullah, di Lebanon.

BACA JUGA:Laptop Vivobook S Terlengkap: Pilih Seri Terbaik Sesuai Kebutuhan Anda

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan