Menyerah Hanya Retorika Politik

Menyerah Hanya Retorika Politik--net

KORANPAGARALAMPOS.COM - Pernyataan Donald Trump yang mengeklaim Iran menyerah, mengundang reaksi kalangan akademisi.  Menurut Dr. Emaridial Ulza, MA, akademisi Associate Professor Uhamka, pernyataam Trump dalam unggahan di platform Truth Social, yang menyebut Iran sebagai "The Loser of the Middle East" dan menggambarkan Iran sudah "menyerah" kepada negara-negara tetangganya, tidak menganggambarkan situasi geopolitik yang sedang terjadi.

Emaridial Ulza menyebut pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar retorika politik dan bukan gambaran nyata dari Timur Tengah saat pertempuran berkecamuk.

“Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis” ujar Emaridial Ulza dalam keterangannya, Minggu (8/3). 

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Hubungan Luar Negeri itu menambahkan, pernyataan Donald Trump bahwa Iran “telah meminta maaf dan menyerah” kepada negara tetangga setelah serangan AS dan Israel, bahkan menyebut bahwa Iran bukanlah pengganggu Timur Tengah, melainkan pecundang Timur Tengah. 

BACA JUGA:Desain Gagah dan Teknologi Hybrid, Ini Spesifikasi BAIC BJ30 HEV

Serta memberikan ancaman Iran akan menghadapi "pukulan sangat keras", membuka kemungkinan penargetan wilayah atau kelompok yang sebelumnya tidak masuk dalam target.

Menurut Emaridial Ulza pernyataan tersebut penuh kontradiksi yang menunjukan bahwa situasi di lapangan dalam agenda perang kemungkinan sangat kompleks dan Amerika dalam keadaan terdesak.

“Dalam banyak situasi perang atau konflik internasional deklarasi kemenangan sepihak biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membangun opini publik,” ucap anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional Majelis Ulama Indonesia ini lagi.

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan