STKIP Muhammadiyah Pagaralam Hadirkan Ulama Gaza

HADIRKAN: Gebyar Ramadhan 2026 BEM STKIP Muhammadiyah Pagar Alam hadirkan pemateri dari Gaza, Palestina.--ist

KORANPAGARALAMPOS.COM - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pagaralam (PDM) melalui Ketua STKIP Muhammadiyah Pagaralam, Kurnia Febrianti, M.Pd., menghadirkan kegiatan penuh makna bertajuk Gebyar Ramadhan 2026.

Kegiatan yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiyah Pagaralam ini menghadirkan pemateri istimewa dari Gaza, Palestina, yakni Syeikh Ahmed Shatet.

Kehadiran ulama asal Gaza tersebut menjadi momen yang sangat berharga, tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga masyarakat luas di Kota Pagaralam.

Tausiyah yang disampaikan secara langsung menghadirkan suasana haru, reflektif, sekaligus membangkitkan semangat kepedulian terhadap kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya di Palestina.

BACA JUGA:Tujuan IsAm

Ketua STKIP Muhammadiyah Pagaralam, Kurnia Febrianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menjadikan Ramadhan sebagai momentum penguatan spiritual dan sosial.

“Melalui Gebyar Ramadhan 2026, kami ingin menjadikan bulan suci ini sebagai ruang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global,” ujarnya.

Menurutnya, menghadirkan Syeikh Ahmed Shatet bukan sekadar menghadirkan penceramah, melainkan menghadirkan saksi hidup dari perjuangan dan keteguhan iman umat Islam di Gaza.

Dari kisah-kisah yang disampaikan, para peserta diajak untuk memahami makna sabar, tawakal, dan pentingnya menjaga persatuan umat dalam situasi sulit sekalipun.

BACA JUGA:Perkuat Pelaporan Program Strategis Nasional

Suasana acara terasa khidmat ketika Syeikh Ahmed Shatet membagikan pengalaman spiritual dan sosial masyarakat Gaza dalam menjalani kehidupan sehari-hari di tengah berbagai keterbatasan.

Ia menekankan pentingnya menjaga harapan, memperkuat doa, dan terus menuntut ilmu sebagai bentuk jihad intelektual di era modern.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Tidak sedikit peserta yang mengaku tersentuh dan termotivasi untuk lebih bersyukur serta meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadhan.

Nilai-nilai perjuangan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa pendidikan dan keimanan harus berjalan beriringan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan