Bom Suci

Bom Suci--Tomy/Pagaralampos

 Bom Suci

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Anda sudah tahu: Ayatollah Ali Khamenei tewas Sabtu pagi lalu. Kediamannya di Teheran dibombardir bom jarak jauh oleh Israel dan Amerika Serikat.

Anak, menantu, dan cucu ikut tewas. Pun lebih 200 warga Iran di lebih 30 lokasi yang disasar bom dua negara itu secara serentak.

BACA JUGA: Kembalikan Mobil Dinas Rp 8,49 M

Tidak seperti di Baghdad dulu: rakyat langsung berbondong turun ke jalan menggulingkan pemerintahan Iraq. Setidaknya rakyat meruntuhkan dulu patung besar presiden Saddam Hussein –disiarkan secara live oleh TV di Amerika.

Tidak ada patung Khamenei di Teheran.

Bersamaan ketika mengumumkan kematian Khamenei itu Presiden Donald Trump menyerukan rakyat Iran agar bergerak menumbangkan pemerintah.

Ibaratnya Trump berseru: "pemimpin negara kalian sudah kami bunuh, maka bergeraklah menguasai istana. Ambil alihlah pemerintahan.

BACA JUGA:Timnas Iran Ancam Mundur dari Piala Dunia 2026

Bukankah itu yang sudah lama kalian minta kepada Amerika. Dulu-dulu tidak ada presiden Amerika yang bisa memenuhi keinginan kalian.

Baru sayalah presiden yang bisa melakukan apa yang kalian inginkan. Maka bergeraklah untuk menggantikan pemerintahan kalian yang kejam".

Sampai tadi malam belum ada rakyat yang bergerak ke jalan-jalan –mungkin takut terkena bom Israel dan Amerika. Yang ada adalah histeria masal menangisi kematian Ayatollah mereka.

Pemerintah Iran sendiri mengumumkan masa berduka 40 hari. Selama masa duka itu negara dipimpin oleh satu komite yang diketuai Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Sampai proses pemilihan pengganti Ayatollah Khamenei dilakukan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan