Jaring Aspirasi dan Keluh Kesah Masyarakat
AMALIAH RAMADHAN: Bertempat di Masjid Al-Akbar Gunung Gare, Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah membuka giat Amaliah Ramadhan 1447 H yang digelar Pemkot Pagar Alam. --ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah bersama Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha dan Ketua TP PKK Hera Parianti Ludi secara resmi membuka kegiatan Amaliah Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Pagar Alam di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 M.
Kegiatan pembukaan berlangsung di Masjid Al-Akbar Gunung Gare, Jumat malam (20/2).
Pembukaan Amaliah Ramadan diawali dengan pelaksanaan salat Isya, Tarawih, dan Witir secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta tausiyah.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pemkot Pagar Alam dan masyarakat setempat, yang tampak khusyuk dan antusias mengisi malam-malam awal Ramadan.
BACA JUGA:IKN Mesir
Mengawali sambutannya, Wali Kota Ludi Oliansyah atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pagar Alam menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, sekaligus mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada seluruh masyarakat.
Ia mengajak umat Muslim untuk memanfaatkan bulan suci sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh.
“Di bulan Ramadan ini terdapat pengampunan dosa. Betapa ruginya jika kita sebagai seorang Muslim meninggalkan amalan-amalan yang telah Allah SWT sediakan keutamaannya,” ungkap Kak Ludi.
Sebagai bentuk nyata pembangunan di bidang keagamaan, Kak Ludi juga mengungkapkan Pemkot Pagar Alam akan melaksanakan Safari Ramadan.
BACA JUGA:Program MBG Digugat ke MK
Kegiatan ini dibagi menjadi 22 tim safari yang dijadwalkan mengunjungi 110 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pagar Alam.
“Melalui Safari Ramadan ini, kami berharap dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Selain itu, tim safari juga menjadi perpanjangan tangan Pemkot untuk menjaring aspirasi serta keluh kesah masyarakat,” jelasnya.
Kak Ludi menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh dari masyarakat selama Safari Ramadan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dan pedoman dalam merumuskan kebijakan, guna mendorong pembangunan Kota Pagar Alam yang lebih maju, religius, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.