Disdik Sumsel Integrasikan Gerakan Indonesia Asri ke Sekolah
Disdik Sumsel Integrasikan Gerakan Indonesia Asri ke Sekolah--
KORANPAGARALAMPOS.COM - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) mulai mengintegrasikan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) ke dalam sistem pendidikan sekolah sebagai bagian dari penguatan pembinaan karakter peserta didik.
Instruksi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya dipahami sebagai kampanye kebersihan, tetapi juga sebagai pendekatan pembentukan budaya disiplin, kepedulian sosial, dan lingkungan yang tertib di satuan pendidikan.
Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Disdik Sumsel, Lenny Widiawati, menyatakan bahwa implementasi gerakan tersebut akan diterjemahkan melalui kebijakan internal sekolah, mulai dari pembiasaan perilaku hidup bersih hingga penguatan ketertiban dan keamanan lingkungan belajar.
Selain itu, Disdik Sumsel juga menyesuaikan kalender akademik selama Ramadan 1447 Hijriah. Siswa dijadwalkan libur awal Ramadan pada 18–21 Februari 2026, lalu kembali belajar pada 22 Februari 2026 dengan durasi jam pelajaran dipangkas menjadi 30 menit per mata pelajaran.
BACA JUGA:Polsek Pagaralam Selatan Imbau Warga Waspada Cuaca Tak Menentu
BACA JUGA:Camat Dempo Utara Ajak Tujuh Kelurahan Bersinergi Jaga Kebersihan dan Keamanan Lingkungan
Penyesuaian jam belajar ini dilakukan untuk menjaga efektivitas pembelajaran tanpa mengabaikan kondisi fisik dan spiritual peserta didik yang menjalankan ibadah puasa. Sementara itu, libur menjelang Idul Fitri ditetapkan pada 16–29 Maret 2026, dan kegiatan belajar kembali normal mulai 30 Maret 2026.
Selama Ramadan, sekolah juga didorong menggelar kegiatan peningkatan iman dan takwa, termasuk pesantren kilat dan program pembinaan karakter berbasis nilai religius. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menekan perilaku negatif siswa selama bulan suci.
Disdik Sumsel menilai peran orang tua menjadi faktor krusial, khususnya saat masa libur. Sekolah diminta memperkuat komunikasi dengan wali murid untuk memastikan pengawasan terhadap aktivitas siswa tetap berjalan.
Pemerintah daerah juga terus mendorong penerapan “7 Kebiasaan Anak Hebat” sebagai bagian dari kurikulum pembinaan karakter, seperti disiplin bangun pagi, beribadah tepat waktu, menjaga kebersihan, disiplin belajar, olahraga, membantu orang tua, dan bersikap santun.
BACA JUGA:Poco F8 Ultra Rilis di Indonesia: Speaker Bose & Baterai Jumbo 6.500 mAh, Harga Mulai Rp11 Jutaan
Melalui integrasi gerakan nasional, penyesuaian kalender akademik, dan pembinaan karakter selama Ramadan, Disdik Sumsel menargetkan sekolah tidak hanya mencetak siswa berprestasi akademik, tetapi juga berkarakter, sehat, dan berdaya saing. (Reza20)