Tarim Tanah
Tarim Tanah --Tomy/Pagaralampos
Di Tarim motor model lama seperti itu yang menguasai pasar. Tidak ada yang kinclong. Semuanya berselimut debu.
Saya juga segera masuk mobil berlapis debu. Tidak akan ada bisnis cuci mobil di Tarim. Debu dianggap bagian dari kehidupan.
BACA JUGA:Kamera 200MP atau Chipset Kencang? Duel Sengit Redmi Note 15 5G vs POCO X7 5G di Kelas 3 Jutaan!
Di hari kedua di Tarim ini pun saya berpikir: entah sudah berapa banyak debu di tenggorokan dan paru-paru saya.
Setelah sarapan itu saya langsung ziarah. Ziarah pertama saya: ke tempat pembuatan bata tanah. Saya terkesan dengan bangunan rumah dan gedung di Tarim: tembok dan atapnya umumnya dari tanah. Tidak perlu ada program gentengisasi di Tarim. Tidak ada rumah beratap seng.
Sumber daya alam terbanyak di Tarim memang tanah. Gunung-gunungnya gunung tanah. Batunya pun bercampur tanah. Jalan-jalan dalam kotanya sebagian besarnya masih tanah. Ada memang sisa-sisa aspalnya tapi sudah banyak yang hancur tertutup debu.
Debu kering.
Setiap ada mobil dan motor lewat debu beterbangan seperti sarung yang dikebaskan. Debu itu selalu kering dan lembut. Hujan hanya turun lima enam kali setahun.
Ups... ke tempat pembuatan bata tanah itu ziarah kedua saya. Di hari pertama saya sudah ke pondok Darul Mustofa. Pondok paling terkenal di Tarim.
Sebenarnya bukan ziarah ke sana. Apartemen yang saya tempati memang di sebelahnya. Hanya dipisahkan perempatan berdebu.
Saya tiba di Tarim hari Jumat. Pesawat Yemeni jurusan Jeddah-Aden itu ternyata tidak mendarat di kota Aden. Mendaratnya di kota Saiyun --kota kecil yang jaraknya hampir 1000 km dari Aden. Bandara Aden memang tutup untuk penerbangan internasional. Yakni sejak terjadinya perang di Yaman.
Padahal di tiket tertulis jurusan Aden. Di layar keberangkatan di bandara Jeddah juga tertulis penerbangan ke Aden. Ternyata mendarat di Saiyun.
Berarti, dari bandara Saiyun tinggal 40 menit ke kota santri Tarim. Saya tidak peduli pesawat itu mendarat di mana. Pokoknya mendarat di Yaman. Saya belum pernah ke Yaman. Ingin ke Yaman. Mumpung sedang di Makkah bersama istri dan rombongan.