Makan Susu

Makan Susu--Tomy/Pagaralampos

Makan Susu

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - FOTO makan siang di Madinah itu saya kirim ke juragan mereka –dengan rasa bangga. Itulah foto anak-anak muda yang berprestasi di Cimory.

Prestasi itulah yang membuat mereka mendapat hadiah umrah. Sepuluh orang. Dari berbagai kota di Indonesia. Secara bergelombang.

Merekalah salah satu yang membuat Cimory terkemuka. Menjadi juara Indonesia. Di bidang minuman yogurt yang anak Anda juga menggemarinya.

BACA JUGA:Angka Pengangguran Turun Jadi 4,71 Persen

Yang dikalahkan Cimory bukan sembarang lawan: produk dari Jepang. Yakult. Yang agresif itu. Pun di bidang yogurt, Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri: lewat Cimory.

Setelah menerima foto dari Madinah itu juragan Cimory kirim balasan: "Iya... kami percaya pendekatan kepada Tuhan adalah awal dari akhlak yang baik... Ini juga menjadi pembekalan buat Miss Cimory," ujar Bambang Sutantio, pendiri Cimory Group.

Saya terakhir bertemu Bambang di Perth, Australia Barat. Tahun lalu. Yakni di forum pengusaha Indonesia di sana. Di resto Tempayan. Sama-sama jadi narasumber.

Cimory, katanya, singkatan dari Cisarua Mountain Dairy –susu gunung Cisarua. Dari Cisarualah Bambang memulai usahanya. Dari menampung susu sapi produksi peternak di kawasan Puncak itu. Sampai akhirnya jadi raksasa.

BACA JUGA:Honda Giorno+ 2026 Resmi Meluncur di Thailand, Tampil Lebih Premium namun Absen di Indonesia

Itu berarti cita-cita yang terkandung dalam logo Cimory sudah tercapai: dari Indonesia untuk Indonesia. Itulah yang digambarkan dalam logo ''dua bendera dwi warna'' merah putih di logo Cimory.

Bambang orang Semarang. Alumnus SMA top di sana: Karang Turi. Begitu banyak pengusaha besar Tionghoa yang lulusan Karang Turi.

Minggu depan Cimory berulang tahun: ke-20. Di tahun yang sulit seperti tahun lalu pun penjualan Cimory masih tumbuh dua digit. Pun yang ditargetkannya tahun ini.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan