Google Advertisement Below

Zakat Baznas Sumsel Terkumpul Rp. 5 Miliar

BAZNAS: Di tahun 2026 ini, Baznas Sumsel baru mampu realisasikan Rp5 miliar dari target menghimpun zakat Rp50 miliar.--Reza/Pagaralampos

KORANPAGARALAMPOS.COM - Kepercayaan masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan zakat di Sumatera Selatan.

Dari target penghimpunan zakat sebesar Rp50 miliar pada 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan hingga kini baru mampu merealisasikan sekitar Rp5 miliar lebih.

Kondisi ini menjadi sorotan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs H Edward Candra MH, yang menegaskan bahwa rendahnya penghimpunan zakat tidak bisa dilepaskan dari tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.

Menurut Sekda, Baznas tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan administratif atau seremonial.

BACA JUGA:Omon Kenyataan

Yang dibutuhkan adalah transparansi dan dampak nyata dari program-program zakat yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat adalah kunci.

Kalau pengelolaan zakat terbuka dan manfaatnya jelas, partisipasi masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia menilai zakat seharusnya menjadi instrumen strategis dalam menekan angka kemiskinan.

BACA JUGA:Tekankan Kelengkapan dan Keakuratan Data

Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud jika dana yang terkumpul dikelola secara profesional dan disalurkan melalui program-program produktif.

Sekda mendorong Baznas Sumsel untuk lebih fokus pada program penanganan kemiskinan yang berdampak langsung, seperti bedah rumah bagi masyarakat miskin, bantuan permodalan UMKM, serta bantuan sosial produktif yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik.

Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan sinergi lintas sektor. Baznas diharapkan tidak hanya menunggu penyaluran zakat, tetapi aktif membangun kerjasama dengan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, hingga sektor swasta.

BACA JUGA:Tanda Tangan Elektronik Mulai Diterapkan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan