Gagal Sukses

Gagal Sukses--Tomy/Pagaralampos

Zohran terpilih karena sengaja didorong oleh jaringan sosialis ideologis seperti itu. Mereka mencari tokoh yang mampu, seideologi, punya prinsip yang kuat dan tidak bisa dibeli oleh oligarki.

Ketemulah sosok Zohran Mamdani –dari kalangan jaringan mereka sendiri.

BACA JUGA:Smartphone Ini Bisa Jadi Pilihan Utama Game Berat, Segera Cek Disini Reviewnya

Apakah perjuangan mereka nanti akan berhasil? Bisakah kota besar dibangun atas dasar kekuatan warganya –dan bukan oleh kekuatan investor besar?

Pertanyaan itulah yang membuat New York hari-hari ini jadi pusat perhatian dunia --juga pusat perhatian Disway.

Kalau berhasil ''penyakit Zohran'' ini akan menular ke Chicago. Ke Los Angeles. Ke San Francisco. Bahkan ke London. Ke Paris.

Kelihatannya agak sulit menular sampai Jakarta –Tuhan pun bisa dibeli di Jakarta

BACA JUGA:BANGGA! Pemprov Sumsel Puas Dengan Kinerja Seluruh ASN Diawal Tahun 2026

Tentu saya mengikuti dinamika yang terjadi di New York. Banyak analis menilai kemungkinan berhasilnya hanya 35 persen. Tapi kemungkinan gagalnya juga sekitar itu. Sisanya pilih kemungkinan ketiga: jalan kompromi.

Kegagalan itu berasal dari satu kemungkinan: terjadi krisis anggaran. Terlalu banyak pengeluaran untuk infrastruktur sosial tanpa diimbangi naiknya pendapatan –terutama dari pajak.

Program utama menggratiskan angkutan bus akan menggerogoti anggaran. Apalagi bila kereta bawah tanah juga gratis bagi orang miskin.

Belum lagi program lainnya: membuka toko-toko kebutuhan pokok dengan harga murah.

BACA JUGA:Rekomendasi Tiga HP POCO Terbaik Januari 2026: Kamera Jernih, Baterai Jumbo, dan Harga Ramah Kantong!

Di lain pihak sewa rumah/rusun, diturunkan. Setidaknya tidak bisa dinaikkan. Pajak dari sektor ini akan merosot drastis.

Belum lagi kalau investor merasa ''New York Baru'' kurang menarik untuk bisnis. Lalu mereka #kaburdulu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan