147.780 Kendaraan Padati JTTS pada Arus Balik Nataru
147.780 Kendaraan Padati JTTS pada Arus Balik Nataru--ist
KORANPAGRAALAMPOS.COM - Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) masih menunjukkan intensitas tinggi.
Pada Rabu, 1 Januari 2026, pergerakan kendaraan tercatat signifikan di sejumlah ruas tol yang telah beroperasi.
PT Hutama Karya (Persero) mencatat total trafik harian secara kumulatif mencapai 147.780 kendaraan.
Angka tersebut meningkat sekitar 65,00 persen dibandingkan trafik normal, menandakan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat pada awal fase arus balik Nataru.
BACA JUGA:Awal Tahun Disiplin Pegawai Meningkat
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Mardiansyah, mengatakan lonjakan trafik ini menjadi indikator bahwa mobilitas masyarakat belum sepenuhnya mereda pascalibur panjang akhir tahun.
“Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan layanan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” ujar Mardiansyah, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan terjadi hampir di seluruh ruas JTTS, baik di Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. Beberapa ruas bahkan mencatat kenaikan trafik lebih dari 100 persen dibandingkan hari normal.
BACA JUGA:Dorong ASN Wujudkan Pagaralam Serame
Seiring masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan secara matang, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.
“Pengguna jalan juga harus memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan memanfaatkan rest area untuk beristirahat apabila merasa mengantuk atau kelelahan,” tambah Mardiansyah.
Dari data yang dirilis, ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kuala Tanjung–Sinaksak) mencatat trafik tertinggi dengan 38.905 kendaraan atau meningkat 99,49 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 mengalami lonjakan tertinggi secara persentase yakni 155,24 persen.
Di sisi lain, Tol Padang–Sicincin justru mengalami penurunan trafik sebesar 16,16 persen akibat terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.
BACA JUGA:Jane Moses