Ateis Rob
Ateis Rob--Tomy/Pagaralampos
Besok paginya, pukul 11.00, Emy, anak bungsu Rob, ditelepon ahli terapi. Sang ahli merasa kesulitan masuk rumah Rob. Padahal sudah janji pada jam itu Rob akan menjalani terapi.
Saat Emy membantu terapis itu masuk ke rumah sang ayah, dia tak percaya dengan apa yang dia lihat: ayahnya telah meninggal dunia di atas tempat tidurnya.
Emy segera menelepon Polisi. Emy masih belum tahu di mana posisi mamanyi. Setelah polisi tiba diketahuilah bahwa istri Rob juga tewas.
Kesimpulan sementara Rob dan istri bunuh diri. Tapi dua jam setelah itu Nick ditangkap --saat ia berada di dekat salah satu kampus universitas.
BACA JUGA:Mobil Hatchback Masih Jadi Favorit, Ini Keunggulan dan Pilihan Terbaik di Indonesia Ditahun 2025!
Keesokan harinya Nick harus hadir di pengadilan. Tapi tidak hadir. Itu karena hasil pemeriksaan kesehatannya, termasuk kesehatan jiwanya, belum selesai.
Nick pun dijaga ketat. Semula ia bisa membayar uang jaminan agar tidak ditahan. Nilai jaminan itu USD 4 juta
Tapi putusan itu dicabut. Nick sangat berbahaya, terutama bisa bunuh diri.
Maka ketika hasil test kesehatan sudah selesai dan Nick bisa hadir di pengadilan, penjagaan atas dirinya tetap ketat. Polisi tidak ingin Nick bunuh diri.
BACA JUGA:Toyota Kijang Innova G Tetap Jadi MPV Andalan Keluarga Indonesia Ditahun 2025!
Di pengadilan Nick tidak merasa bersalah. Maka ia tidak mengajukan pengakuan bersalah untuk mendapat keringanan hukuman. Ia siap menjalani proses peradilan.
Di Amerika, bila seorang tersangka langsung mengaku bersalah, maka tidak perlu diadili. Hakim tinggal putuskan berapa hukumannya --lebih ringan dibanding kalau tidak mengaku bersalah.
Sidangnya hanya satu kali. Hanya untuk mendengarkan putusan Hakim: berapa lama masuk penjara.
Belakangan Nick sendiri tinggal bersama orang tuanya itu. Sedang adik perempuannya, Emy, tinggal di rumah sendiri, di seberang rumah orang tua.
BACA JUGA:Redmi Hadirkan Sistem Ringan untuk Pemakaian Sehari Hari