Bahaya Kufur Nikmat
Bahaya Kufur Nikmat--ilustrasi_net
Bahaya Kufur Nikmat
Oleh : Ust. Muliadi Mangku Anom (Pengasuh Qolbu Koran Pagaralam POS)
KORANPAGARALAMPOS.COM - Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah, dalam kehidupan ini, Allah telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita, baik yang kita sadari maupun yang tidak.
BACA JUGA:Uniled Resmi Jalin Kerja Sama Summer Course dengan Multimedia University Malaysia
Nikmat sehat, nikmat iman, nikmat keluarga, rezeki, dan masih banyak lagi. Namun, seringkali kita lupa untuk bersyukur atas semua itu.
Padahal, syukur adalah kunci bertambahnya nikmat dan keberkahan dalam hidup kita.
Bersyukur harus diwujudkan dengan hati yang tulus, lisan yang senantiasa memuji Allah, dan perbuatan yang mencerminkan rasa terima kasih kita kepada-Nya.
Dengan bersyukur, kita akan merasa lebih tenang, bahagia, dan tidak mudah mengeluh dengan keadaan.
Sebaliknya, kufur nikmat atau mengingkari nikmat Allah merupakan perbuatan yang sangat berbahaya. Orang yang kufur nikmat cenderung tidak pernah merasa cukup, selalu mengeluh, dan sulit untuk merasakan kebahagiaan.
BACA JUGA:Kapolres Pagar Alam Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Selama Musim Hujan
Allah telah mengingatkan bahwa kufur nikmat akan membawa seseorang pada azab yang pedih. Salah satu contoh kufur nikmat adalah ketika seseorang diberi rezeki yang cukup, tapi masih merasa kurang dan membandingkan dirinya dengan orang lain.
Ketika kita memiliki motor yang bagus untuk berangkat bekerja, kita justru mengeluh dan iri pada mereka yang bisa naik mobil.
Yang lebih celaka lagi adalah ketika kita marah pada Allah karena tidak memberi nikmat berupa mobil. Hati-hati, sikap ini berbahaya dan dibenci oleh Allah.