Setelah Hujan

Setelah Hujan--Tomy/Pagaralampos

Sedang di Bener Meriah dan kabupaten lainnya akibat banyaknya hutan yang berubah jadi kebun sawit. Juga hutan yang jadi bahan baku kertas.

BACA JUGA:Wawako Tekankan Profesionalisme dan Transparansi Panitia Sriwijaya Dempo Run 2025

Saat hujan mulai tumpah dari langit, Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh sedang punya acara di Takengon. Mereka terkurung banjir di situ. Selama lima hari. Semua akses keluar terputus oleh bah yang meluas.

Bahkan banjir akhir November itu sampai ke Subulussaman. Sebelum itu seluruh Tapanuli dan sekitarnya juga dilanda banjir. Bahkan sampai ke bawah lagi: sampai Sumatera Barat.

Baru kali ini seluruh Aceh --dan sebagian wilayah Sumut yang berbatasan dengan Aceh-- dilanda banjir sebesar ini.

Memang, akhir pekan lalu, hujan turun luar biasa deras. Sepanjang hari. Selama tujuh hari. Tapi banyaknya kayu gelondongan yang hanyut, menandakan penebangan hutan masih terus terjadi.

BACA JUGA:Wujud Solidaritas Bagi Saudara Terdampak Bencana

Ada pejabat di sana yang beralasan itu kayu tumbang. Tentu dengan mudah terbantahkan. Ukuran panjang kayunya sama.

Bahkan begitu hujan reda truk-truk besar sudah mulai terlihat kembali mengangkut kayu gelondongan --seolah mengejek korban bencana yang ditimbukkannya.

Meski sudah dua hari tidak lagi hujan masih banyak daerah di kabupaten Bener Meriah yang masih terisolasi. Sangat sulit menyalurkan bantuan ke kantong-kantong isolasi itu.

Di Sumatera Utara, ketika jalan masih becek akibat banjir yang baru saja surut, truk-truk sudah berani mengangkut kayu hasil tebangan.

BACA JUGA:Lapas Kelas III Pagar Alam dan BNNK Gelar Screening Rehabilitasi Narkotika Warga Binaan

Berarti seminggu lagi para penebang sudah lebih berani. Apalagi sebulan kemudian --dan hari-hari setelah itu.

Saya tidak tahu di mana bencana yang paling parah: Sumbar, Sumut atau Aceh. Dari jumlah korban Sumut 293 jiwa, Sumbar 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa. Jumlah meninggal dunia 631 jiwa.

Maka wajar kalau kemarahan publik sangat luas. Bukan hanya di Sumatra, juga di Jawa. Apalagi ketika melihat parahnya kerusakan dan banyaknya penderitaan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan