Rahmanullah Lakanwal

Rahmanullah Lakanwal--Tomy/Pagaralampos

Rahmanullah Lakanwal

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Mengapa detail tentang Rahmanullah Lakanwal belum juga diumumkan?

Padahal sudah empat hari Rahmanullah melakukan penembakan dua tentara yang lagi patroli di Washington DC.

Patroli itu dilakukan di dekat stasiun kereta bawah tanah Farragut West. Di Washington DC kereta bawah tanahnya disebut Metro.

BACA JUGA:15 Personel SAR Palembang Diterjunkan ke Sumatera Barat

Stasiun itu sangat dekat dengan Gedung Putih. Kalau jalan kaki hanya enam menit. Di stasiun kereta bawah tanah biasanya sering terjadi tindak kriminalitas. Maka tentara pusat dikerahkan untuk memberantas kriminalitas di ibu kota.

Presiden Donald Trump sangat jengkel dengan banyaknya kriminalitas di DC. Ia juga jengkel karena DC tidak lagi bersih dan rapi. Lebih jengkel lagi karena wali kota DC selalu saja dari Partai Demokrat.

Anda sudah tahu: undang-undang di Amerika melarang penggunaan tentara untuk tugas seperti itu. Itu tugasnya polisi. Di Amerika polisi di bawah perintah wali kota.

Pengerahan tentara federal itu dinilai menghilangkan wewenang daerah. Trump tidak peduli. Ia menggunakan ''pasal'' darurat.

BACA JUGA:Warga Diimbau Manfaatkan Kesempatan Pemutihan Kendaraan Hingga 17 Desember 2025

Trump pun digugat. Pengadilan sudah memutuskan agar Trump menarik kembali tentara dari DC. Pengadilan memberi waktu satu bulan.

Kelihatannya Trump akan mencari cara menghindari putusan pengadilan itu. Bahkan ia akan mengirim tentara ke kota-kota lain yang dianggap tinggi kriminalitasnya. Misalnya New York, Chicago, Los Angeles. Kota-kota itu dipimpin wali kota Demokrat.

Pun setelah Rahmanullah menembak dua tentara federal. Trump justru menambah pasukan ke DC –di tengah putusan pengadilan yang sudah melarangnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan