Ungkap Visi Besar Pembangunan Pagar Alam
Ungkap Visi Besar Pembangunan Pagar Alam--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah bersama Ketua TP-PKK Hera Parianti Ludi menjadi narasumber dalam Podcast Radio Republik Indonesia (RRI) Palembang yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Ludi memaparkan perjalanan sejarah, budaya, serta arah pembangunan Kota Pagar Alam di bawah kepemimpinannya.
Mengawali podcast, Wako Ludi mengajak pendengar memahami akar sejarah Kota Pagar Alam, mulai dari lahirnya sistem pemerintahan demokrasi oleh suku Pasemah, adat-istiadat, hingga terbentuknya wilayah Pagar Alam sebagai kota yang kaya akan budaya dan potensi wisata.
BACA JUGA:Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan
Ia menegaskan bahwa sejarah dan budaya Pasemah adalah identitas penting yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Dalam podcast, Wako Ludi juga berbagi cerita mengenai perjalanan politiknya bersama Wakil Wali Kota Hj. Bertha hingga dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Pagar Alam selama lima tahun ke depan.
Dengan membawa motto SeRAMe (Sejuk kotanya, Ramah penduduknya, Amanah dan Merakyat Pemimpinnya), pasangan Ludi–Bertha hadir dengan 5 misi serta 14 program unggulan sebagai fondasi pembangunan daerah.
BACA JUGA:Perkuat Pondasi Pembangunan Ekonomi Daerah Berkelanjutan
Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pemerintahan yang e-government, akuntabel, dan transparan, Pemkot Pagar Alam mengawali masa kepemimpinan dengan melakukan inventarisasi seluruh aset daerah, baik bangunan maupun barang bergerak.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk pemerataan dan keterbukaan bagi ASN.
Selain itu, Wako Ludi memaparkan program unggulan yang telah berjalan, antara lain: Bantuan Ambulans di setiap Kelurahan, Pakaian Sekolah Gratis bagi siswa, Posko Damkar di tiap Kecamatan, Bantuan Alat Berat Gratis dan Penataan kembali pasar-pasar tradisional.
BACA JUGA:Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Tak hanya itu, sektor pariwisata juga mulai dimaksimalkan melalui berbagai event, sementara sektor pertanian dan perkebunan telah menggandeng investor luar negeri.
“Memang semua program itu belum 100%, karena semuanya butuh waktu.