Mesin Diesel Modern, Tangguh tapi Butuh Solar Berkualitas Tinggi, Ini Penjelasannya!
Mesin Diesel Modern, Tangguh tapi Butuh Solar Berkualitas Tinggi, Ini Penjelasannya!--foto: kolase pagaralampos.com
KORANPAGARALAMPOS.COM - Mobil diesel modern dikenal memiliki tenaga besar, efisiensi tinggi, dan daya tahan luar biasa. Namun di balik performa tangguh itu, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan: penggunaan bahan bakar berkualitas baik.
Apin, pemilik bengkel Pelita Motor di sentra otomotif Blok M Mall, Jakarta, menegaskan bahwa kualitas bahan bakar diesel sangat menentukan umur mesin, terutama pada mobil-mobil dengan sistem common rail.
“Kandungan bahan bakarnya itu harus sesuai. Jadi bahan bakar yang kita beli ya harus sesuai dengan yang seharusnya kita dapat,” ujarnya ketika ditemui pekan lalu.
Menurut Apin, banyak pemilik mobil diesel modern yang masih mengabaikan hal ini. Padahal, mereka rela mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk membeli mobil, tetapi enggan membeli solar berkualitas.
BACA JUGA:Kadek Arel Nyatakan Siap Tempur
“Masa sudah bisa beli mobil ratusan juta rupiah, tapi mau pakai solar yang jelek atau kualitasnya buruk? Kan tidak masuk akal,” katanya menegaskan.
Secara teknis, kualitas bahan bakar diesel ditentukan oleh kadar sulfur di dalamnya. Semakin rendah kadar sulfur, semakin baik pula dampaknya terhadap sistem pembakaran.
Hampir semua pabrikan besar seperti Mitsubishi, Toyota, Isuzu, Mercedes-Benz, hingga BMW telah memberikan pedoman bahwa kendaraan common rail mereka harus menggunakan solar dengan kadar sulfur rendah.
“Solar dengan kadar sulfur tinggi meninggalkan banyak residu dan kerak. Lama-kelamaan bisa menyumbat nozzle injektor dan merusak pompa bahan bakar,” jelas Apin. Dalam sistem common rail, tekanan bahan bakar bisa mencapai ribuan bar, sehingga kebersihan bahan bakar menjadi sangat krusial.
BACA JUGA:Mees Hilgers Beri Respons Menohok
Lubang injektor pada mesin diesel modern dibuat sangat kecil dan presisi agar bisa menyemprotkan bahan bakar secara halus dan merata.
Namun, jika ada kotoran atau endapan dari bahan bakar berkualitas rendah, performa mesin bisa langsung menurun drastis. Dalam kasus yang parah, injektor bahkan bisa rusak dan biaya perbaikannya mencapai jutaan rupiah.
Selain injektor, komponen lain seperti pompa tekanan tinggi dan katup kontrol tekanan (SCV) juga sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Kandungan sulfur yang tinggi dapat mempercepat keausan dan menurunkan efisiensi sistem.
“Untuk menjaga performa dan umur mesin, gunakan solar dengan kadar sulfur maksimal 50 ppm, seperti Pertamina Dex atau sejenisnya,” saran Apin.