Warga Dusun Jangga Bangun Jembatan Bambu Sementara

Warga Dusun Jangga Bangun Jembatan Bambu Sementara--ist

Menurutnya, langkah gotong royong warga patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Kelurahan Sidorejo Bangkitkan Kembali Semangat Gotong Royong

“Semangat gotong royong ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Padang Temu memiliki solidaritas tinggi.

Pemerintah tentu akan terus berupaya mempercepat perbaikan agar aktivitas warga bisa kembali normal,” kata Anggreydi.

Kerusakan jembatan tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga berdampak besar pada layanan transportasi pendidikan.

Banyak siswa dari wilayah Jangga yang biasanya diantar ke sekolah, seperti SMPN 4, SMPN 7, dan SMAN 2, kini harus memutar jauh melalui jalur Tanjung Payang – Cawang Baru – Jangga atau simpang Sandar Angin.

BACA JUGA:TP PKK Pagar Alam Beri Pembekalan ke TP PKK Kelurahan Beringin Jaya

Kondisi ini menambah waktu dan biaya perjalanan bagi para orang tua.

Jembatan sementara yang dibuat warga saat ini hanya berupa jembatan bambu dan jalan tanah.

Meski sederhana, keberadaannya sangat membantu warga untuk sementara waktu. Namun, saat hujan turun, jalur menjadi licin dan berbahaya. Beberapa warga bahkan harus menuntun motor agar tidak tergelincir.

BACA JUGA:Simak! Manfaat Jus Buah untuk Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui

Kondisi akses jalan yang sempit menuju lokasi jembatan juga menjadi kendala tersendiri bagi para pemborong dan pekerja proyek. Mereka kesulitan membawa material bangunan ke lokasi karena ukuran jalan yang terbatas.

Oleh karena itu, warga berharap pemerintah dapat sekalian memperlebar akses jalan tersebut saat proses perbaikan berlangsung.

“Kami berharap pelebaran jalan bisa dilakukan bersamaan dengan perbaikan jembatan, supaya nantinya mobil pengangkut bahan bangunan dan kendaraan warga bisa melintas dengan lancar,” ungkap salah satu warga (45).

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan