Kenali 3 Tipe Influenza: Dari yang Ringan Hingga Berbahaya
Tipe dan jenis influenza dari yang ringan dan bahaya yang harus diketahui--Net
Infeksi influenza C diperkirakan tidak menyebabkan epidemi flu pada manusia, yang diartikan sebagai penyebaran luas penyakit flu di suatu daerah.
BACA JUGA:Solusi Terbaik: Mengatasi Flu, Batuk, dan Pilek Dengan 4 Tips Langkah Mudah
Influenza D: Tipe flu ini lebih sering menyerang hewan ternak dan belum diketahui menyerang manusia.
Bagaimana virus flu mengalami perubahan?
Virus flu selalu mengalami perubahan, sehingga formulasi vaksin flu diperbarui setiap tahun untuk mencocokkan dengan strain yang ada.
Virus flu bisa berubah sedikit (disebut "antigenic drift") atau cepat (dikenal sebagai "antigenic shift").
BACA JUGA:Pengobatan Alami, Inilah 5 Tips Langkah Untuk Mengatasi Flu, Batuk, dan Pilek Secara Efisien
Antigenic drift merupakan perubahan kecil dalam urutan genetik virus flu yang dapat mempengaruhi protein permukaan (hemaglutinin dan neuraminidase).
Antigenic shift adalah perubahan mendadak dan signifikan pada virus influenza A, yang menghasilkan protein permukaan baru yang dapat menginfeksi manusia.
Virus flu terus bermutasi, sehingga formulasi vaksin flu juga berubah setiap tahun untuk menyesuaikan dengan tipe virus yang ada.
BACA JUGA:Ternyata Kencur Bisa Jadi Obat Penyembuh Batuk dan Pilek, Ini Dia Penjelasan Lengkapnya!
Apa perbedaan antara "flu musiman" dan "flu pandemi"?
Virus influenza A dan B menyerang manusia dan menyebabkan apa yang dikenal sebagai "flu musiman", yang terjadi setiap tahun.
Influenza A juga memiliki potensi untuk menjadi pandemi, yang berarti virus influenza A yang baru (novel) dapat muncul dan memicu pandemi, yang didefinisikan sebagai wabah global.
Untuk terjadi pandemi, virus baru tersebut harus dengan mudah menginfeksi manusia dan menyebar dengan efisien antar individu.