Harga Cabai Merah di Pagar Alam Melonjak, Petani Tersenyum Lebar

CABAI: Salahsatu pedagang yang menjual cabai di Pasar Pagaralam.--pagaralam.com

KORANPAGARALAMPOS.COM - Harga cabai merah di Kota Pagar Alam terus merangkak naik dan kini mencapai titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Dari sebelumnya berada di kisaran Rp 40 ribuan per kilogram, kini harganya telah menembus Rp 70 ribuan per kilogram. Lonjakan ini membuat banyak warga terkejut, sementara para petani cabai justru menyambutnya dengan senyuman.

Supri, salah satu pedagang cabai di pasar tradisional Pagar Alam, mengonfirmasi kenaikan harga tersebut. “Beberapa waktu lalu harga per kilogram masih sekitar Rp 40 ribuan.

Dalam beberapa hari terakhir, harganya terus naik dan sekarang sudah Rp 70 ribu,” ungkap Supri saat ditemui.

BACA JUGA:Listrik Padam 10 Jam, PLN Pagaralam Minta Maaf

Menurut Supri, kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan cabai dari petani. Faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya hasil panen. Curah hujan yang tinggi membuat tanaman cabai rentan busuk, sehingga produksi turun.

Meski begitu, kondisi ini justru membawa kabar baik bagi sebagian petani. Kemi, seorang pemilik ladang sayur yang fokus pada tanaman cabai, mengaku lega dengan harga panen kali ini.

“Musim hujan membuat kami sempat khawatir tanaman cabai rusak, tapi hasil panen kali ini cukup memuaskan. Dengan harga yang tinggi, kami bisa menutupi biaya bibit, pupuk, dan perawatan,” ujarnya dengan senyum lega.

Namun, dari sisi konsumen, lonjakan harga ini terasa cukup memberatkan. Dewi, seorang ibu rumah tangga, mengeluhkan dampaknya pada pengeluaran harian.

BACA JUGA:Pelantikan Saka Adhyasta Bawaslu

“Biasanya saya bisa membeli cabai banyak untuk stok, sekarang harus hemat-hemat karena harganya sudah mahal sekali. Padahal cabai ini kebutuhan dapur sehari-hari,” kata Dewi.

Kenaikan harga cabai merah di Pagar Alam menjadi cerminan klasik hukum ekonomi: ketika pasokan menurun, harga melonjak.

Bagi petani, ini membawa keuntungan besar, tetapi bagi konsumen, situasi ini menambah beban pengeluaran rumah tangga.

Masyarakat kini berharap pemerintah dan pihak terkait bisa mencari solusi, seperti mengamankan pasokan dari daerah lain atau membantu petani meningkatkan produktivitas.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan