Biologi Joget
Disway--Pagaralam Pos
Saya pun bertanya kepadanya: mengapa tidak urus saja izin-izinnya? Agar legal. Sesekali ilmuwan berhenti memutar otak untuk mengerjakan pekerjaan administrasi birokrasi.
"Justru saat ditembak itu kami sedang mengurus izin produksi dan bikin lab sesuai arahan BPOM," ujar drh Yuda. ”Ditembak” adalah istilah ketika ia dijadikan tersangka dan tempat skretumnya disegel.
Yuda pun mengirimkan copy berbagai dokumen pertanda ia sedang benar-benar mengurus perizinan. Ia juga sangat serius membangun fasilitas penelitian. "Bangunan sudah hampir 80 persen jadi," katanya. "Peralatan clean room sudah datang dan siap dipasang," tambahnya.
BACA JUGA:Teknologi yang membuat kenangan tak pernah benar benar hilang
Semua itu mahal. Ilmuwan model Yuda tidak punya uang. Juga tidak punya handuk yang bisa diperas agar keluar uangnya. Ia harus cari biaya sendiri. Tidak minta pemerintah.
Saya terharu dengan ilmuwan yang ingin mandiri seperti ini. Kita tidak perlu membantu apa-apa. Pun pemerintah. Kecuali dukungan.
Berarti bahwa drh Yuda berjualan skretum selama ini adalah untuk cari modal. Demi membangun fasilitas penelitian dan pengembangan hasil penelitian. Demi kemajuan negara di bidangnya. Bukan cari uang dari rakyat untuk joget-joget. (*)