Google Advertisement Below

Program MBG di Pagar Alam Jadi Sorotan Warga, Satgas Luruskan Isu

Terima Dua Alokasi Pembangunan SPPG--Pagaralam Pos

KORANPAGARALAMPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Kota Pagar Alam mendadak viral setelah menu yang disajikan dinilai sebagian masyarakat tidak layak dan tak sesuai harapan.

Tanggapan cepat pun disampaikan oleh Kepala Satuan Tugas Makan Siang Bergizi Gratis Kota Pagar Alam, Jefri Zulfikar, yang menegaskan bahwa komposisi menu sudah disusun sesuai standar gizi.

“Kalau dilihat dari komposisinya, menu yang diberikan sudah memenuhi unsur hewani dan nabati sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Program ini adalah makan bergizi, bukan makan kenyang. Jadi kandungan gizinya yang jadi perhatian utama,” jelas Jefri melalui sambungan telepon pribadinya.

BACA JUGA:Pagar Alam Bersiap Jadi Kota Pendidikan Unggul

Namun, Ia mengakui ada catatan penting terkait penyajian menu. Menurutnya, tampilan makanan yang kurang menarik bisa memengaruhi minat makan anak-anak.

“Ini akan jadi bahan evaluasi tim dapur, karena penyajian berpengaruh pada selera makan,” tambahnya.

Salah satu menu yang memicu protes adalah penggantian nasi dengan kentang sebagai sumber karbohidrat. Jefri menerangkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari edukasi gizi, agar anak-anak tidak hanya bergantung pada nasi, melainkan juga mengenal sumber karbohidrat lain.

BACA JUGA:Tempe Kedelai

“Selain edukasi, ini juga langkah antisipasi jika ada kendala dalam ketersediaan bahan,” jelasnya.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya keluhan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Kami jadikan ini sebagai bahan evaluasi. Kalau anak-anak tidak suka kentang, maka bisa diganti dengan nasi, begitu pula sebaliknya. Karena itu sisa makanan dari MBG tidak boleh dibuang, agar jadi bahan catatan untuk menu berikutnya,” tegas Jefri.

BACA JUGA:Teknologi AI Bawa Musik ke Level Baru yang Tak Pernah Terbayang

Ia juga berharap edukasi soal gizi ini bisa didukung oleh SPPG (Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi) di sekolah, sehingga anak-anak lebih mudah memahami manfaat variasi makanan yang diberikan.

Program MBG di Kota Pagar Alam sendiri telah menjangkau 3.928 penerima manfaat, mulai dari pelajar PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga balita dan ibu hamil.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google