Google Advertisement Below

"Redudansi", dan Diplomasi Bangkrut!

"Redudansi", dan Diplomasi Bangkrut!--Pagaralam Pos

BACA JUGA:Sinergi Warga dan DPRD Bersihkan Lingkungan dan Pemakaman

Terjadi "pergeseran" strategi Hamas, dalam melawan Israel. Menang bagi Hamas? Mustahil! Hamas, berpijak pada daya tahan yang lebih lama versus Israel!

Strategi Hamas saat ini, bukan lagi soal "kemenangan militer"! Strategi Hamas, bagaimana mengikis stamina dan legitimasi global Israel! Menjadikan Israel "kusta" dalam diplomasi. Cukup!

Kredibilitas Israel yang di"back up" penuh trio: AS-Perancis-Inggris. Mulai mengalami 'abrasi'. Inggris-Perancis-AS sangat terbebani oleh 'psikopatisme' Israel.

Memang! Hamas tidak lagi sekuat sebelum "Oktober Hitam"! Namun Hamas telah menggerogoti stabilitas dan pengendalian diri Israel! Visualitasnya, faktual!

Israel "dijebak" Hamas! Untuk melanggar 'hukum perang',  HAM, pelanggaran berat Konvensi Jenewa, kejahatan perang berdasar statuta ICC, dan tudingan tidak proporsional terhadap warga sipil!

BACA JUGA:Kepala Cabang Bank Mandiri Kota Pagaralam, Andre A Limbong

Skema Israel, dengan diksi "pembelaan" diri, adalah skema mematikan! Jerman, pengirim senjata terbesar kedua, mulai menerapkan embargo!

Memasuki perang panjang! Menguasai sepenuhnya Gaza. Israel  membutuhkan dana sekitar US$ 6 milyar. Rentang waktu 5-6 bulan, plus dua tahun untuk mengeliminasi Hamas, sebagai satu prediksi Israel!

Keputusan kabinet Israel, adalah sebuah "bencana"! Yang akan melahirkan sejumlah "bencana lain". Israel, menurut "The Guardian", akan mengorbankan puluhan milyar dolar AS, untuk membiayai dua juta rakyat sipil Palestina. Rumit!

Hamas, memang tengah memancing Israel untuk bertindak "gegabah"! Tanpa tujuan, dalam pendudukan yang sia-sia!

Mengorbankan perekonomian, dan nyawa sandera Israel!  Netanyahu tengah menghadapi, satu "redudansi" dan komitmen ideologis yang tidak akan "mati"(Hamas)! Entah sampai kapan!

BACA JUGA:Semarak Kemerdekaan ke-80, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen

Seberapa kuat "daya tahan" finansial, dan "sumberdaya" Israel bisa menopang? Terlebih, di tengah "kemarahan" internasional terhadap "psikopatisme" Netanyahu! 

Inggris, Perancis, Spanyol, Irlandia! Bahkan, mungkin 147 negara yang telah mengakui eksistensi Palestina, tidak akan membantu finansial Israel.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan