PENGAKUAN PALESTINA
PENGAKUAN PALESTINA--net
Alih-alih "melunakkan" Hamas, dengan blokade pangan Israel! Malah dimanfaatkan Hamas untuk mempercepat "kehancuran" diplomasi Israel di ranah kemanusiaan.
BACA JUGA:KBRI Phnom Penh Minta WNI Tetap Tenang
Israel menjelma sebagai paria "inklusif" yang natural! Bertebarannya foto anak-anak "busung lapar" Palestina di berbagai media terkemuka Eropa "The Guardian" (Inggris). Membuat "muntah" dunia!
Lihat turis Israel di mana pun "diburu", dilarang berlabuh! Israel beserta rakyatnya dianggap "rata bersalah"! Membiarkan pemerintahnya, abai terhadap kemanusiaan.
"Argument clinic" (berbagai alasan) Israel: "tak ada kelaparan" di Gaza, atau "Hamas telah mencuri logistik", terkuak konklutif! Argumen Israel sudah tidak dipedulikan! Buka gerbang Gaza! Biarkan truk-truk bantuan masuk!
BACA JUGA:Dorong Polisi Periksa Dedi Mulyadi
Sidang "General Assembly" PBB September mendatang, menjadi titik pemula! Sebuah negara, dengan pengaruh besar. Memastikan diri mengakui Palestina. Bisa jadi, langkah ini akan diikuti Inggris.
Khidmat Emmanuel Macron tercetus tegas! Rakyat Perancis memang berkehendak, terhadap pengakuan kemerdekaan Palestina.
Hal ini yang tak dapat dibantah Macron. Sekalipun harus "meninggalkan" AS yang "menyayangkan" pengakuan itu.
Seperti dikutip media Israel, "Yehdioth Ahronoth" (25/7): "Mendirikan negara Palestina! Tak ada alternatif lain! Melucuti Hamas! Pengakuan secara penuh atas Israel! Itulah kunci perdamaian di Timteng.
BACA JUGA:Siap-siap, Siswa SD!, ANBK 2025 Dimulai Awal September
Emmanuel Macron mengingatkan!
"Point of no return"! Hamas di tengah menipisnya amunisi tempur!
Menipisnya pimpinan sayap militer "Izzedin Al Qassam", dan 88 persen Gaza telah terkepung IDF. Masih berani menolak proposal gencatan senjata! Pejuang macam apa ini?
Menarik, apa yang dikatakan PM Australia Anthony Albanese (sekutu Barat), 25/7 (The Guardian): "Pembunuhan warga sipil di Gaza, tidak dapat dibela, atau diabaikan,"katanya mengecam Israel keras.