Google Advertisement Below

Ternyata Majapahit Gentar Dengan Pusaka Asal Sumatera Ini

Ternyata Majapahit Gentar Dengan Pusaka Asal Sumatera Ini-foto : net-kolase

Ia pernah disebut Swarnadwipa, pulau emas, dalam catatan kuno India dan Cina. 

Dari masa Sriwijaya hingga Majapahit, tanah ini selalu jadi rebutan, tak hanya karena kekayaan alamnya, tapi karena jiwanya yang terbuka pada dunia.

BACA JUGA:Pengepungan Baghdad, Tragedi yang Membakar Peradaban Islam

Tak jauh dari sana, berdiri megah Masjid Al-Ikhsaniyah, didirikan oleh Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri, tokoh keturunan Arab Yaman yang lebih memilih gelar lokal yaitu Pangeran Wirokusumo. 

Ia membangun masjidnya dengan atap tumpang tiga, persis seperti Masjid Agung Demak. 

Bukti bahwa Jawa tak sekadar datang dan pergi ia menetap dan meninggalkan napas budaya yang hidup hingga hari ini.

Rumah sang pangeran pun menakjubkan. 

BACA JUGA:Karen, Etnis Pegunungan yang Berjuang Mempertahankan Tanah Leluhur

Rumah Batu Olak Kemang, rumah bertembok pertama di Jambi, dirancang oleh arsitek Tionghoa Muslim. 

Pilar Eropa berdiri berdampingan dengan ornamen naga Tiongkok dan angkul-angkul khas Nusantara, Satu rumah, seribu kisah.

Lanjut ke Batik Azmiah, sebuah usaha turun-temurun dari keluarga berdarah Jawa Demak. 

Motif-motif batiknya menyimpan filosofi dalam. “Tampuk manggis”, misalnya, mengajarkan kejujuran dan makna melihat isi hati, bukan penampilan luar. 

BACA JUGA:Bikin Betah dan Nyaman! Ternyata Ini Keunikan Air Terjun Tancak Kembar Bondowoso

Konon, hanya mereka yang berdarah Jawa yang bisa membuat batik terbaik di Jambi. 

Apakah itu mitos atau kenyataan? Sejarah tak memberi jawaban pasti, tapi hasilnya tak bisa dibantah batik ini menembus pasar mancanegara.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google