Mumbai, Ketimpangan Sosial Ada di Kota Ini

Mumbai, Ketimpangan Sosial Ada di Kota Ini-foto : net-kolase

KORANPAGARALAMPOS.COM - Mumbai, yang dulunya dikenal sebagai Bombay, telah berevolusi menjadi wajah modern India. 

Di balik megahnya gedung pencakar langit, infrastruktur transportasi yang canggih, dan deretan properti mewah, tersembunyi kontras mencolok berupa kawasan kumuh yang padat dan kurangnya akses terhadap fasilitas dasar. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan yaitu apakah kota metropolitan terpadat di Asia ini justru didera oleh kemiskinan yang merajalela?

Transformasi kota Mumbai tidak lepas dari sejarah panjangnya. 

BACA JUGA:Kejayaan dan Akhir dari Hotel Siranda Semarang Penuh Misteri

Terletak di pesisir barat India, kota ini dibangun di atas bekas tujuh pulau kecil yang direklamasi dan dihubungkan melalui proyek drainase serta pembangunan jalan dan pemecah gelombang. 

Nama Mumbai sendiri diambil dari dewi Mumbadevi, pelindung yang disembah oleh komunitas asli, yakni penduduk Koli yang dulu hidup dari perikanan di wilayah tersebut. 

Pada masa lalu, Mumbai merupakan situs pemukiman yang kemudian berkembang di bawah kekuasaan berbagai dinasti lokal, hingga akhirnya diserahkan kepada Portugis pada tahun 1534 dan kemudian dipinjamkan kepada Inggris pada tahun 1661.

Di bawah kendali British East India Company, Bombay mengalami perkembangan pesat dari sistem transportasi modern, jalur kereta api, hingga pelabuhan alami yang strategis. 

BACA JUGA:Benarkah Minyak di Tanah Arab Akan Bertahan Selamanya?

Reklamasi pulau-pulau kecil menjadi satu daratan besar melahirkan pusat perdagangan utama di Asia Selatan, terutama untuk perdagangan kapas dan opium dengan Tiongkok. 

Masa kolonial yang berakhir pada tahun 1947 ini menyisakan warisan infrastruktur dan semangat kebangkitan yang terus mengukir identitas Mumbai hingga kini.

Tak dapat dipungkiri, Mumbai merupakan pusat ekonomi dan industri kreatif India. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan