Gunung Ini Paling Tinggi Di Eropa, Tapi Paling Mudah Didaki
Gunung Ini Paling Tinggi Di Eropa, Tapi Paling Mudah Didaki-pagaralam pos-kolase
Meskipun begitu, aktivitas geotermal di kawasan sekitarnya masih berlangsung, terbukti dari keberadaan mata air panas.
Selain bentang alamnya yang luar biasa, Gunung Elbrus adalah rumah bagi beragam spesies flora dan fauna.
Hutan di lereng bawahnya menjadi habitat bagi serigala, beruang cokelat, dan berbagai jenis burung.
BACA JUGA:6 Pesona Gunung Pantai Cermin, Harta Karun Tersembunyi di Bukit Barisan Sumbar
Di ketinggian yang lebih tinggi, hanya spesies-spesies yang sangat adaptif yang mampu bertahan.
Kawasan ini kini dilindungi sebagai bagian dari Taman Nasional Prielbrusye, di mana konservasi lingkungan dan pengelolaan wisata berkelanjutan menjadi fokus utama.
Secara budaya dan spiritual, Elbrus memiliki arti penting bagi masyarakat lokal, khususnya suku Balkar dan Karachay.
Gunung ini dianggap suci dan sering menjadi tempat dilaksanakannya ritual tradisional.
BACA JUGA:Bangsa Besar Ini Hancur karena Kepercayaan pada Dewa yang Salah
Dalam sejarah modern, Elbrus memiliki makna patriotik, terutama pada masa Uni Soviet, ketika pendakian ke puncaknya dijadikan bagian dari pelatihan militer dan simbol kebanggaan nasional.
Elbrus juga mencatatkan sejarah penting dalam dunia eksplorasi gunung.
Puncak Timur pertama kali ditaklukkan pada tahun 1829 oleh pemandu Rusia, Killar Khashirov.
Sedangkan Puncak Barat yang lebih tinggi ditaklukkan pada tahun 1874 oleh ekspedisi Inggris yang dipimpin Florence Grove.
BACA JUGA:Dari Empat Biji, Indonesia Menjadi Raja Kelapa Sawit Dunia
Saat Perang Dunia II, wilayah sekitar Elbrus bahkan menjadi medan pertempuran antara pasukan Soviet dan Nazi Jerman, yang sempat mengibarkan bendera Nazi di puncaknya sebelum akhirnya dipukul mundur.