Dari Empat Biji, Indonesia Menjadi Raja Kelapa Sawit Dunia

Dari Empat Biji, Indonesia Menjadi Raja Kelapa Sawit Dunia -pagaralam pos-kolase

KORANPAGARALAMPOS.COM - Indonesia saat ini dikenal sebagai produsen dan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, menyumbang sekitar 59% dari total produksi global. 

Keberhasilan ini bukan terjadi dalam semalam, tetapi merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari empat biji kelapa sawit yang dibawa Belanda ke tanah Nusantara.

Pada tahun 1848, empat biji kelapa sawit pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor. 

Lima tahun kemudian, pohon-pohon itu mulai berbuah, dan biji-bijinya disebarkan, termasuk ke wilayah Sumatera untuk dijadikan tanaman hias. 

BACA JUGA:Ungkap Kebenaran; Antara Sejarah dan Kisah Mistis yang Menyelimuti Hotrl Sky Garden

Revolusi industri di Eropa mendorong meningkatnya permintaan terhadap minyak nabati, menjadikan kelapa sawit sebagai alternatif utama selain minyak kelapa.

Percobaan penanaman dilakukan di berbagai wilayah seperti Banyumas, Palembang, dan Belitung, namun belum menunjukkan hasil optimal. 

Baru pada tahun 1870-an, kelapa sawit tumbuh subur di Deli, Sumatera Utara. 

Dari sinilah lahir varietas "Deli Dura" yang terkenal.

BACA JUGA:Misteri Kota Gaib Wentira di Sulawesi yang Konon Dibangun Bangsa Jin dan Berwarna Serba Kuning

Pemerintah kolonial Hindia Belanda kemudian memberlakukan Undang-Undang Agraria tahun 1870 yang memberi ruang bagi modal asing untuk mengelola perkebunan. 

Perusahaan-perusahaan Belanda dan Eropa mulai membuka lahan kelapa sawit, terutama di Sumatera. 

Pada 1911, perusahaan Sungai Liput Cultuur Maatschappij membuka perkebunan seluas lebih dari 5.000 hektar di wilayah Deli Serdang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan