Jejak Buddha di Jantung Afghanistan
Jejak Buddha di Jantung Afghanistan-pagaralam pos-kolase
Pemerintahan Taliban, dalam upaya menghapus peninggalan pra-Islam, menghancurkan kedua patung raksasa itu dengan bahan peledak.
Dunia internasional mengecam tindakan ini sebagai salah satu kehancuran warisan budaya terbesar abad ini.
BACA JUGA:Ini Cerita yang Menyeramkan dari Tebing Keraton Dago Bandung
Setahun kemudian, UNESCO menetapkan Lembah Bamiyan sebagai Situs Warisan Dunia, sekaligus memasukkannya dalam daftar situs terancam.
Sejak itu, berbagai upaya restorasi dan pelestarian dilakukan.
Proyek ini mencakup konservasi mural, penguatan struktur gua, dan bahkan kemungkinan merekonstruksi patung Buddha menggunakan teknologi 3D printing, meski masih menjadi perdebatan global.
Kini, Lembah Bamiyan menjadi simbol penting tidak hanya bagi sejarah Buddhisme, tapi juga untuk rekonsiliasi dan pelestarian lintas budaya.
BACA JUGA:Ternyata Ada Lebih dari 2000 Bahasa yang Masih Digunakan di Dunia
Pemerintah Afghanistan, bersama UNESCO dan negara-negara mitra seperti Jepang, Italia, dan Jerman, tengah berupaya menjadikan Bamiyan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual.
Meski keamanan di Afghanistan masih menjadi tantangan, upaya pelestarian terus berjalan.
Lembah Bamiyan tetap menjadi saksi bisu betapa peradaban bisa tumbuh dan runtuh, namun warisan budayanya tetap berbicara dari balik tebing yang sunyi.