Jejak Buddha di Jantung Afghanistan

Jejak Buddha di Jantung Afghanistan-pagaralam pos-kolase

KORANPAGARALAMPOS.COM - Di balik konflik panjang dan wajah keras gurun Afghanistan, tersembunyi sebuah situs warisan dunia yang pernah menjadi pusat kemilau peradaban Buddha Lembah Bamiyan. 

Terletak di Provinsi Bamiyan pada ketinggian lebih dari 2.500 meter di pegunungan Hindu Kush, lembah ini bukan hanya lanskap alami yang menawan, tetapi juga penjaga bisu sejarah panjang lintas budaya dan agama.

Dahulu, Bamiyan berada di jalur strategis Jalur Sutra, yang menghubungkan Timur dan Barat. 

Posisi ini menjadikannya titik temu budaya Persia, India, Cina, dan Yunani. 

BACA JUGA:Suku manakah yang paling banyak di Dunia??

Seiring berkembangnya peradaban, lembah ini menjadi pusat penyebaran Buddha hingga batas barat Asia Tengah, serta tempat tumbuhnya komunitas biksu dan pelajar spiritual dari berbagai penjuru benua.

Ikon utama Bamiyan adalah dua patung Buddha raksasa yang diukir langsung pada tebing batu pasir pada abad ke-6 Masehi. 

Patung tertinggi bernama Solsol setinggi 55 meter dan yang lebih kecil, Shahmama, setinggi 38 meter. 

Kedua patung itu dikelilingi sekitar 1.000 gua kecil tempat tinggal para biksu, dihiasi mural penuh warna yang menggambarkan kehidupan Buddha. 

Seni di sini mencerminkan gaya Gandhara, perpaduan antara pengaruh Yunani-Helenistik, India, dan Asia Tengah.

BACA JUGA:5 Fakta Menarik Taman Nasional Ujung Kulon. Habitat Flora dan Fauna Langka

Selama berabad-abad, patung-patung itu bertahan dari berbagai perubahan politik dan pergantian agama. 

Bahkan setelah Islam menjadi agama mayoritas, patung-patung tersebut tetap berdiri sebagai bagian dari warisan lokal, hingga tragedi besar menghantam pada tahun 2001. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan