Kenali Gejala Kerusakan Throttle Body Motor Anda Sebelum Terlambat!
Kenali Gejala Kerusakan Throttle Body Motor Anda Sebelum Terlambat!-Kolase by Pagaralampos.com-
KORANPAGARALAMPOS.COM - Throttle body pada motor injeksi adalah komponen krusial yang mengatur jumlah udara yang masuk ke mesin.
Jika komponen ini rusak, performa motor akan sangat terganggu. Mengenali ciri-cirinya sejak dini bisa mencegah kerusakan lebih parah.
Penyebab Throttle Body Motor Rusak
Ada beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan kerusakan pada throttle body motor:

Throttle Body Motor-Kolase by Pagaralampos.com-
BACA JUGA:Jangan Sampai Ditilang! Spion Motor Ini Dilarang Polisi, Pahami Aturannya Sekarang
Penumpukan Karbon atau Kotoran: Ini adalah penyebab paling umum. Debu, kotoran, atau sisa pembakaran yang tidak sempurna dapat menumpuk di dalam throttle body, terutama di sekitar katup throttle (throttle valve) dan sensor-sensornya.
Penumpukan ini menghambat aliran udara yang semestinya masuk ke mesin, mengganggu kerja katup, dan membuat sensor membaca data yang tidak akurat.
Filter Udara Kotor atau Rusak: Filter udara yang tidak diganti secara rutin atau sudah rusak tidak mampu menyaring kotoran dengan optimal.
Akibatnya, partikel-partikel kotoran dapat lolos dan masuk ke throttle body, mempercepat penumpukan karbon dan menyebabkan keausan pada komponen internal.
BACA JUGA:Kenyamanan Terganggu, Bokong Tersiksa! Kenali Penyebab dan Efek Negatif Jok Motor Tipis
Kerusakan Sensor TPS (Throttle Position Sensor): Sensor TPS berfungsi mendeteksi posisi bukaan katup throttle dan mengirimkan sinyal ke ECU (Engine Control Unit).
Jika TPS rusak, sinyal yang dikirimkan tidak akurat, sehingga ECU tidak dapat mengatur suplai bahan bakar dan udara dengan tepat. Meskipun sensor yang rusak, bukan throttle body-nya, seringkali masalahnya saling terkait.
Konektor dan Kabel yang Rusak/Korosi: Koneksi listrik yang longgar, berkarat, atau kabel yang putus pada throttle body atau sensor-sensor terkait dapat mengganggu komunikasi antara throttle body dan ECU, menyebabkan fungsi throttle body tidak berjalan semestinya.